Politik Pemerintahan

Lahan Perhutani di Kabupaten Mojokerto Jadi Lokasi Pemakaman Pasien Covid-19

Lahan Perhutani Petak 81D di Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dijadikan rencana lokasi pemakaman pasien Covid-19. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyiapkan lahan khusus pemakaman pasien meninggal akibat virus Corona (Covid-19). Lahan Perhutani Petak 81D di Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dijadikan rencana lokasi pemakaman pasien Covid-19.

Camat Dawarblandong, Norman Hanandito mengatakan, Kabupaten Mojokerto menjadi satu dari sembilan daerah yang ditunjuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sebagai lokasi pemakaman pasien Covid-19. “Ini bercermin dari kejadian penolakan di daerah lain,” ungkapnya, Selasa (7/4/2020).

Sehingga Pemprov Jawa Timur mengantisipasi dengan menyediakan tanah makam khusus untuk PDP ataupun penderita positif Covid-19. Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur ada sembilan daerah di Jawa Timur yang ditunjuk salah satunya Kabupaten Mojokerto.

“Dari hasil kajian Pemkab Mojokerto, lahan yang dipersiapkan berada di Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong. Lokasi ini dipilih karena lahan kosong milik Perhutani yang jauh dari pemukiman padat penduduk. Lokasi yang digunakan luasnya 0,1 hektar atau 100 meter persegi,” katanya.

Masih kata Norman, dari lahan seluas 0,1 hektar tersebut kemungkinan bisa menampung untuk sekitar 40 jenazah dengan mempertimbangkan jarak antara satu makam dengan yang lain. Kabupaten Mojokerto ditunjukan dari sembilan daerah di Jawa Timur karena Kabupaten Mojokerto memiliki kawasan Perhutani.

“Upaya ini tak lain karena pemerintah daerah tidak akan kesulitan dalam pembebasan lahan di daerah masing-masing yang sudah memiliki kawasan Perhutani. Selain itu, lahan tersebut merupakan lahan kosong yang tidak difungsikan sebagai lahan pertanian oleh warga setempat. Sehingga koordinasi pemerintah lebih mudah dan tidak melakukan pembebasan lahan,” jelasnya.

Norman menambahkan, akses jalan menuju lokasi masih berupa jalan setapak sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Untuk itu pihaknya masih menunggu tim survey dari Pemprov Jawa Timur. Jika disetujui maka pihaknya akan melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Selain itu, kami juga akan melakukan penggurukan minimal jalurnya ambulance. Kita cari jarak terdekat masuk sekitar 300 sampai 500 meter. Mudah-mudahan tidak terjadi penolakan oleh masyarakat karena tanah ini dipersiapkan sebagai tanah alternatif untuk tempat pemakaman covid-19, terutama PDP yang kebetulan ditolak dimakamkan di tempat tinggalnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Resor Polisi Hutan (KRPH) Kemuning, Suwanta menambahkan, lahan yang rencananya bakal digunakan sebagai tempat pemakaman khusus pasien meninggal akibat tertular virus Corona ini merupakan kawasan Lapangan Diistimewakan (LDTI). “Sehingga lahan tersebut bisa difungsikan sebagai makam,” jelasnya.

Meskipun tidak dipakai menjadi hutan produksi, namun selamanya tetap dibiarkan. Suwanta menambahkan, sebelumnya lokasi tersebut juga digunakan untuk makam dusun setempat. Namun saat ini sudah tidak pernah digunakan lagi untuk pemakaman.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar