Politik Pemerintahan

Lagi, Formasi Dokter Spesialis Tidak Terisi

Peserta CPNS 2019 yang lulus mendapatkan pembekalan pada beberapa waktu yang lalu. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam CPNS tahun 2019, ada beberapa formasi dokter spesialis kembali tidak terisi. Ini menjadi kali kedua, formasi tersebut tak terisi dalam gelaran CPNS. Yakni pada tahun 2018 dan 2019. Oleh sebab itu, Pemkab Ponorogo harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit miliknya.

“Memang ada beberapa formasi yang tidak terisi selama dua tahun dalam gelaran dua seleksi CPNS,” kata Kabid Perencanaan Pengadaan Pengolahan Data dan Sistem Informasi (PPPDSI) Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Iwan Yono Saputro, Senin (16/11/2020).

Total ada 8 formasi dokter spesialis yang tidak terisi dalam seleksi CPNS tahun 2019 Pemkab Ponorogo. Yakni dokter spesialis anak, mata, radiologi, fisioterapi, telinga hidung tenggorokan (THT), obsteri ginekologi (obgin), patologi anatomi dan bedah. Dari formasi dokter spesialis tersebut, Iwan menyebut dokter spesialis patologi anatomi, THT dan anak yang dua kali penyelenggaraan CPNS tidak terisi.

“Ya tiga formasi dokter spesialis itu tidak terisi di gelaran CPNS tahun 2018 dan 2019,” katanya.

Iwan menyebut ada faktor-faktor yang mempengaruhi formasi CPNS dokter spesialis di Ponorogo kurang diminati. Misalnya faktor jumlah dokter spesialis yang tak sebanding dengan kebutuhan yang ada di daerah-daerah. Kemudian faktor usia. Meski khusus untuk dokter ini, syarat usianya sampai 40 tahun. Namun, kelonggaran syarat usia itu tetap membuat kekosongan di formasi dokter.

“Dari hasil analisa kami, ya faktor jumlah dokter dan batas usia. Mungkin usia sejumlah dokter sudah lebih dari 40 tahun,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 491 orang yang mengikuti seleksi CPNS tahun 2019, akhirnya dinyatakan lulus sebagai PNS. Mereka sebelumnya melakukan beberapa tahapan seleksi, diantaranya seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKD). Pengumuman lulusan itu diumumkan oleh Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo lewat website resmi mereka pada tanggal 30 Oktober lalu.

Kemudian, mulai tanggal 6-15 November peserta yang lulus ini wajib mengisi daftar riwayat hidup dan mengunggah dokumen persyaratan lainnya melalui akun sscn masing-masing. Setelah itu, pada tanggal 15-30 November akan dilakukan verifikasi dan diusulkan penetapan nomor induk pegawai (NIP) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar