Politik Pemerintahan

Labelisasi PKH Pamekasan Tunggu Instruksi Kemensos

Pamekasan (beritajatim.com) – Koordinator Kabupaten Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Hanafi menyampaikan rencana pemasangan banner di rumah penerima manfaat bantuan sosial alias Bansos, menunggu keputusan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Sebab hingga saat ini, hal tersebut dinilai sebagai wacana dan diprediksi bakal direalisasikan secara serentak dalam skala nasional pada tahun ini. “Rencananya pemasangan banner itu akan dilakukan pada tahun ini (2020),” kata Koordinator Kabupaten PKH Pamekasan, Hanafi, Kamis (30/1/2020).

“Jadi untuk sementara kami masih menunggu formulasi konkrit dari Kemensos RI, karena gagasan ini dipriorotaskan untuk dijadikan sebagai Gerakan Labelisasi dalam skala nasional,” ungkap pria asli kabupaten Pamekasan.

Sebelumnya pihaknya menyampaikan jika jenis bansos PKH tahap pertama 2020, dipastikan sudah didistribusikan kepada para penerima manfaat. Termasuk perubahan angka nominal untuk dua dari sembilan katagori berbeda, yakni katagori anak usia dini dan katagori ibu hamil.

Perubahan tersebut sesuai dengan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomor 02/3/BS.02.01/01/2020 tentang Indeks dan Faktor Penimbang Bansos PKH 2020. Dimana dua katagori tersebut mendapat kenaikan bantuan sebesar Rp 600 ribu. Awalnya mendapatkan sebesar Rp 2,4 juta, saat ini mereka mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta.

“Untuk tahun ini, dua katagori berbeda mendapat kenaikan nominal bantuan, yakni untuk katagori anak usia dini alias 0 hingga 6 tahun dan katagori ibu hamil. Masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp 3 juta, pada 2019 tercatat sebesar Rp 2,4 juta,” jelasnya.

Sementara untuk katagori lainnya tetap mendapat bantuan seperti sebelumnya, alias tidak ada perubahan dari nominal pada 2019 lalu. “Untuk bantuan tetap PKH reguler sebesar Rp 550 ribu, bantuan tetap PKH akses sebesar Rp 1 juta, pendidikan anak SD/sederajat sebesar Rp 900 ribu,” ungkapnya.

“Termasuk juga untuk untuk katagori pendidikan anak SMP/sederajat sebesar Rp 1,5 juta, katagori pendidikan anak SMA/sederajat sebesar Rp 2 juta, katagori Penyandang Disabilutas Berat (PDB) dan lanjut usia alias 70 tahun ke atas masing-masing mendapatkan sebesar Rp 2,4 juta,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya berharap bantuan tersebut benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh penerima manfaat, sehingga dapat meringankan beban penerima manfaat. “Harapan pastinya semoga dapat meringankan beban penerima PKH dan bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan, sekaligus kita harapkan bisa Menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar