Politik Pemerintahan

Kyai Iswadi Idris Sebut MA-Mujiaman Miliki Kriteria Pemimpin dalam Islam

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Majelis Syuro Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia (Bakomubin) Jawa Timur KH Iswadi Idris mengajak warga Surabaya mencoblos pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) pada 9 Desember mendatang. Ajakan ini karena Maju memenuhi syarat menjadi pemimpin di Kota Surabaya.

“Kalau sudah punya calon sepeti ini (Maju), nggak usah mikir lagi, langsung coblos saja,” ujarnya dalam acara silaturahim penyuluh agama Surabaya dengan Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin.

Kyai Idris menilai Machfud memiliki kriteria pemimpin seperti yang tertera dalam literatur agama islam. Dimana, seorang pemimpin harus memiliki jiwa yang kuat. Hal itu penting mengingat pemimpin menjadi pengayom dan pelindung masyarakat.

“Pak Machfud menjadi Kapolda tiga kali, kurang kuat gimana, pasti beliu orang yang sangat kuat,” terangnya.

Selain kuat, pemimpian harus bisa dipercaya. Machfud-Mujiaman memenuhi kriteria ini karena keberhasilan di bidangnya masing-masing. Machfud saat menjadi Kapolda Jawa Timur mendapat julukan sebagai bapak pembangunan di kepolisian karena membangun Masjid, RS Bhayangkara, dan gedung Mapolda Jawa Timur. Sedangkan Mujiaman berhasil mambawa PDAM Surya Sembada Kota Surabaya memiliki omzet ratusan miliar.

“Alhamdulillah pak Machfud diciptakan oleh Allah menjadi orang kuat. Saya doakan menang dalam Pilwali Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin menyampaikan terimakasih atas dukungan dan doa dari para mubaligh Surabaya. Dukungan ini menjadi penyemangat dalam melangkah ke depan. Terutama dalam menyapa warga di sisa-sisa masa kampanye.

“Alhamdulillah, membuat kita yakin dalam posisi ini, tapi nggak boleh jumawa tetap waspada agar partisipsai publik makin banyak dan ikut mengawasi TPS,” ujarnya.

Arek Ketintang Surabaya ini berharap para mubaligh ini bisa mengajak jamaahnya untuk menggunakan hak suaranya pada 9 Desember mendatang. Tujuannya adalah untuk memilih pemimpin yang baik untuk kota Surabaya 5 tahun ke depan.

“Masyarakat jangan apatis dan harus peduli terhadap pembangunan kota Surabaya,” harapnya. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar