Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Kurangi Resiko Bencana, Pemkab Sidoarjo Akan Bentuk FPRB

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemkab Sidoarjo berencana membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sidoarjo. Forum tersebut dibentuk untuk meminimalisir resiko terjadinya bencana.

Sosialisasi pembentukan FPRB Kabupaten Sidoarjo di gelar BPBD Kabupaten Sidoarjo di The Sun Hotel Sidoarjo, Selasa, (29/6/2021). Kegiatan yang dibuka Sekda Sidoarjo Drs. Ahmad Zaini MM dihadiri juga oleh pengurus FPRB Jatim.

Baca Juga:

    Dikatakan Sekda Sidoarjo Ahmad Zaini pembentukan forum seperti ini sangat penting. Melalui forum tersebut masyarakat akan paham SOP penanganan bencana yang dapat dilakukan. Dikatakannya tidak semua orang mengerti SOP penanganan bencana.

    “Forum ini dibutuhkan masyarakat untuk memberikan sosialisasi, untuk penyiapan SOP penanganan bencana maupun memberikan saran dan
    masukan terkait kebijakan yang harus diambil oleh pemerintah daerah maupun kecamatan dan desa dalam menghadapi bencana,” katanya.

    Lanjut Ahmad Zaini, forum tersebut nantinya dapat juga memberikan saran dan masukan kepada pemerintah daerah dalam mengambil suatu kebijakan penanganan bencana. Semisal dalam penanganan banjir.

    Dikatakannya tidak menutup kemungkinan kebijakan yang diambil pemerintah daerah mengandung unsur potensi bencana. Oleh karenanya saran dan masukan dari FPRB sangat penting. Sehingga nantinya resiko maupun kerugian akibat bencana akan berkurang.

    “Bapak ibu yang terpilih dalam forum ini bisa memberikan saran dan pendapat kepada pemerintah daerah terhadap kebijakan yang sudah diambil maupun akan diambil dibidang kebencanaan,” terangnya.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sidoarjo Ir. Dwijo Prawito M.MT menambahkan, forum ini sebagai wadah bagi semua pemangku kebencanaan. Forum tersebut dibentuk untuk mendukung upaya-upaya pengurangan resiko bencana di Kabupaten Sidoarjo.

    “Forum pengurangan resiko bencana juga sebagai wadah untuk meningkatkan sinergitas program dan kegiatan serta koordinasi lintas sektor dan wilayah dalam penanganan penyelenggaraan kegiatan kebencanaan,” tandasnya.

    Dwijo juga mengatakan FPRB terdiri dari berbagai unsur element masyarakat. Seperti dari unsur pemerintah, akedemisi, masyarakat, dunia usaha maupun media massa. Terbentuknya forum tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi pengurangan resiko bencana melalui advokasi, pengawasan, fasilitasi serta konsultasi yang memungkinkan terjadinya pengarustamaan pengurangan resiko bencana.

    “Diharapkan semua pihak, semua element terlibat dalam forum ini karena bencana bukan urusan pemerintah tetapi urusan kita semua,” papar Dwijo. (isa/kun)


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar