Politik Pemerintahan

Jika Penyelenggaraan Ibadah Haji Kembali Dibuka

Kuota Haji 2020 Lunas Bipih Jadi Prioritas

Proses manasik haji di Lapangan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. [Foto: dok]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pada tahun 2020, Kabupaten Mojokerto mendapatkan kuota haji sebanyak 1.570 Calon Jamaah Haji (CJH). Dari jumlah tersebut, hanya sebanyak 1.261 CJH yang melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sehingga menjadi prioritas jika penyelenggaraan ibadah haji 2021 dibuka.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Kasi PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali mengatakan, jika pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021. Maka yang diprioritaskan berangkat merupakan kuota haji tahun 2020 lalu.

“Dari kuota sebanyak 1.570 CJH, sebanyak 1.261 CJH yang sudah melunasi biaya haji. Ini nanti yang menjadi prioritas, namun kami juga belum tahu apakah 100 persen atau dibatasi kuotanya. Nah.. Nanti prioritas seperti apa, apakah lansia atau risti atau lainnya belum tahu,” ungkapnya, Rabu (24/2/2021).

Pemerintah sudah membuat skema jika pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021. Yakni dengan tiga skenario, tetap berangkat haji dengan kuota normal, berangkat dengan kuota 50 persen dan batal kembali tidak memberangkatkan jemaah seperti tahun 2020.

“Bisa jadi tidak sampai 100 persen atau bahkan tidak ada penyelenggaraan haji musim ini, seperti tahun lalu. Namun jika ada, kuota tahun lalu yang sudah melunasi menjadi prioritas. Kembali lagi, kami masih menunggu kepastian keberangkatan dan juknisnya terkait hal ini,” tegasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar