Politik Pemerintahan

Kunjungi Kampung Tahu, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas Bicara Digitalisasi Marketing

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tampaknya menjadi perhatian bagi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Bakal calon bupati Banyuwangi itu terlihat bahkan getol dengan manajemen dan pemasaran produk olahan warga.

Kali ini, pasangan Sugirah di Pilkada Banyuwangi mendatang itu mendatangi sentra UMKM pengolahan tahu, di Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi. Setidaknya ada 9 tempat usaha tahu rumahan di tempat ini.

Di Kampung Tahu ini, Ipuk melihat menajemen pemasaran masih menggunakan ala tradisional. Ia menyebut, ada opsi untuk melakukan digitalisasi marketing.

“Dalam dunia digital marketing banyak hal yang harus diperhatikan. Seperti pengemasan yang harus semenarik mungkin, perluas jaringan dan promosi di media sosial, promosi dengan menggunakan teknik foto dan video yang menarik, dan lainnya,” kata Ipuk yang juga Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Deskranasda) Banyuwangi itu.

UMKM, lanjut Ipuk, juga perlu memahami algoritma di media sosial dalam mempromosikan produknya. “Sehingga pelatihan-pelatihan digital marketing perlu terus dilakukan. Di Banyuwangi juga ada Rumah Kreatif UMKM yang rutin memfasilitasi peningkatan kualitas desain kemasan, foto produk, dan pemasaran digital secara gratis. Ke depan semua itu perlu ditingkatkan, termasuk strategi jemput bola ke sentra-sentra UMKM perlu diperbanyak,” ujarnya.

“Itu juga bisa dimanfaatkan oleh anak-anak muda desa ini. Yang terpenting adalah kemauan besar UMKM untuk maju. Sudah banyak UMKM di Banyuwangi yang sukses, bahkan mengekspor produknya ke luar negeri,” tambah Ipuk.

Ipuk mengatakan dengan banyaknya varian pengolahan tahu yang dilakukan oleh warga Timurejo, bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas Timurejo. “Bisa dijadikan oleh-oleh khas bekerja sama dengan pusat oleh-oleh yang sudah ada di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Sementara itu, KetuaRemaja Nekat Gitik Temurejo, mengaku perlu dukungan untuk lebih memaksimalkan digitalisasi. Karena selama ini, pemasaran dari sisi online masih belum dimaksimalkan.

“Pasar dari UMKM di sini rata-rata masih offline, meskipun penjualannya telah banyak pesanan dari luar kota utamanya sekitar Banyuwangi. Tapi untuk online masih belum maksimal,” kata Iwan Wasito, Ketua Rengit (Remaja Nekat Gitik Temurejo).

Iwan mengatakan, selama ini untuk kian memperkenalkan potensi UMKM, anak-anak muda Timurejo membuat Festival Kampung Tahu yang digelar rutin tiap satu bulan sekali. “Banyuwangi saat ini terkenal dengan banyaknya festival. Kami berinisiasi membuat Festival Kampung Tahu agar lebih dikenal masyarakat luas,” kata Iwan.

Dalam festival tersebut dipamerkan 30 varian olahan tahu yang dilakukan oleh pelaku UMKM. “Di sini tahu tidak hanya digoreng biasa, melainkan juga diolah menjadi 30 varian,” ucap Iwan. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar