Politik Pemerintahan

Kucuran Beras Medium Bikin Mereka Tersenyum

Bulog dan Dinsos Jombang mengecek kualitas beras medium yang ada di gudang Tunggorono, Rabu (16/9/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 50.093 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang ada di Jombang bisa tersenyum di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, September ini mereka mendapatkan kucuran bantuan sosial beras (BSB) dari Kemensos. Setiap KPM mendapatkan beras jenis medium untuk alokasi tiga bulan. Nah, setiap bulan beras bantuan ini sebesar 15 kilogram.

Kepastian itu dilontarkan Dinas Sosial (Dinsos) Jombang dan Bulog Cabang Surabaya Selatan. Kedua instansi tersebut melakukan sosialisasi terkait bantuan yang bertujuan meringankan beban masyarakat di tengah pandemi. Mereka kemudian mengecek stok beras yang ada di gudang Bulog Tunggorono Jombang, Rabu (16/9/2020).

Tentu saja kesibukan terlihat di gudang Bulog yang berada di tepi jalur nasional tersebut. Para kuli angkut menurunkan berkarung-karung beras dari atas truk gandeng. Beras itu kemudian ditata sedemikian rupa di gudang paling utara.

Di gudang lainnya, ribuan karung beras juga sudah tertata rapi. Ada yang dikemas menggunakan karung plastik. Ada pula yang dikemas dalam plastik bersablon. Kepala Cabang Bulog Surabaya Selatan Renato Horison mengambil satu karung dan membukanya. Di sampingnya, Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Dinsos Jombang Yulita Purwaningsih, turut memperhatikan.

Beras dalam karung itu kemudian ditumpahkan ke wadah dari anyaman bambu dan dipamerkan ke wartawan. “Ini beras medium yang akan didistribusikan untuk KPM PKH di Jombang. Semuanya sudah siap. Kami juga menjamin kualitasnya bagus,” kata Renato sembari menunjukkan beras tersebut di tangannya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Yulita. Mereka kemudian menimbang beras dalam kemasan tersebut. Walhasil, bobotnya juga sesuai dengan yang tertera di karung. “Untuk yang kemasan karung plastik ini isinya 15 kilogram,” kata Renato lagi.

Stok beras untuk bantuan sosial yang ada di gudang Bulog Tunggorono Jombang, Rabu (16/9/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]
Mantan Kepala Perum Bulog Sub-Divre Serang, Banten ini menambahkan, pihaknya benar-benar menjaga kualitas beras yang akan didistribusikan untuk BSB. Caranya, Bulog akan melakukan reproses dengan mesin. Kemudian jika ada keluhan kualitas beras oleh KPM, maka transporter (bagian pengiriman) akan mengambilnya dan Bulog siap mengganti.

“Dalam penyaluran program BSB ini, tugas Bulog hanya sebagai penyedia komoditas sampai di depan gudang. Sedangkan untuk proses penyaluran sampai ke tangan KPM, menjadi tanggung jawab transporter. Program ini dari Kemensos,” lanjutnya.

Yulita yang berada di samping Renato membenarkan bahwa BSB adalah program Kemensos. Penyaluran beras tersebut selama tiga bulan, yakni Agustus, September, Oktober. Setiap KPM menerima bantuan sebesar 15 kilogram. Nah, untuk Agustus dan September disalurkan bersamaan, sehingga setiap KPM menerima 30 kilogram.

Teknis penyalurannya, lanjut Yulita, dimulai dari Bulog yang ditunjuk pemerintah sebagai penyedia komoditasnya. Kemudian beras tersebut diangkut oleh transporter menuju desa atau ketua kelompok KPM.

“Agustus dan September kita salurkan jadi satu. Sehingga September ini setiap KPM menerima 30 kilogram. Setelah itu pada Oktober mendatang 15 kilogram,” ujar Yulita.

Baik Yulita maupun Renato berharap bantuan dari pemerintah tersebut bisa meringankan beban masyarakat dalam situasi sulit seperti sekarang ini. “Dari Bulog, trasporter, Dinsos, dan pendamping PKH akan bersama-sama menjaga agar BSB tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya,” ujar Yulita.

Kabar pendistribusian BSB ini ibarat angin segar bagi para KPM. Karena mereka akan diringankan secara ekonomi di tengah pandemi. “Alhamdulillah kalau mendapatkan bantuan beras. Ini bisa membantu kita dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata salah satu KPM, Fatonah (58), sembari memulas senyum. [suf]

Kepala Cabang Bulog Surabaya Selatan Renato Horison saat melakukan pengecekan di gudang Tunggorono, Rabu (16/9/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]




Apa Reaksi Anda?

Komentar