Politik Pemerintahan

Kreasi Insan Petani (KIP), Calon Varietas Benih Padi Unggul Asal Ponorogo

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau calon varietas benih padi unggul KIP beberapa waktu yang lalu. (Foto/ dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) РKreasi Insan Petani (KIP) merupakan benih padi yang sedang dikembangkan di Ponorogo. KIP ini digadang-gadang akan menjadi calon varietas padi unggul asal bumi reyog. Sebentar lagi akan memasuki panen ke lima. Satu hektare sawah mampu  menghasilkan 16 ton padi dari varietas ini.

“Sebelum dilaunching, calon varietas padi unggul ini kami kembangkan dulu di masyarakat,” kata Penanggungjawab pengembangan calon varietas padi unggul KIP, Rizal Akbar, Kamis (11/3/2021).

Sedikitnya ada 5 tempat di Ponorogo yang digunakan untuk uji coba atau pengembangan varietas benih padi ini. Yakni di Desa Ngrupit (Jenangan), Kelurahan Surodikraman (kota), Desa Jetis (Jetis), Desa Bedingin (Sambit) dan Desa Semanding (Kauman). Rizal mengaku pihaknya bekerjasama dengan kelompok tani (poktan) setempat untuk proyek tersebut. Dengan sistem bagi hasil, petani menyiapkan lahan dan pemeliharaannya. Sementara pupuk, benih dan obatnya dari Rizal.

“Petani sangat terbantu dengan program ini, nantinya akan kami perluas jangkauan programnya,” katanya.

Perawatan varietas padi ini, kata Rizal hampir sama dengan perawatan varietas lainnya. Yang membedakan, pihaknya menentukan standar operasional prosedur (SOP) disetiap pemeliharaannya. Untuk mengawal SOP tersebut, Rizal menerjunkan Santani (Sahabat petani) untuk mendampingi petani dalam merawat padi itu dari mulai tanam hingga memanen.

“Santani ini orang yang sudah kami latih untuk mengingatkan dan membantu petani dalam merawat padi yang dikembangkan ini,” katanya.

Santani juga bertugas mengedukasi petani, bagaimana merawat tanah yang baik dan benar. Tidak melulu dipupuk dengan jumlah banyak, untuk menghasilkan panen yang melimpah. Namun, bagaimana petani ini bisa mempertahankan kadar keasaman tanah yang baik. Sehingga meski dipupuk sedikit, nutrisinya di tanah bisa maksimal.

“Penggunaan pupuk kita juga lebih sedikit, 490 kg per hektare, kalau varietas lain bisa sampai 1400 kg,” katanya.

Kordinator Santani, Ginanjar menjelaskan keberadaan Santani ini menjadi pendamping untuk petani supaya nantinya pertumbuhan dan hasilnya bisa maksimal. Satu orang santani bertanggungjawab untuk 9 hektare lahan sawah. Tugasnya mengingatkan mulai dari perlakuan sebelum tanam, pengeraman dan penyebaran benih, hingga pemupukan dan pengendalian.

“Maksimal H-1 sudah diingatkan, mulai dari pemupukan atau penyemprotan agen hayati. Dalam pemeliharaan calon varietas KIP ini, kami tidak 100 persen kimia, juga tidak 100 persen organik. Menuju pertanian sehatlah,” katanya.

Di Desa Semanding Kecamatan Kauman, pengembangan calon varietas KIP ini dilakukan oleh poktan Muti Rahayu. Luas lahan yang ditanami sebanyak 16,9 hektare. Lokasi sawahnya pun tidak jadi satu, sehingga beberapa tempat.

“Ini baru pertama kali menanam varietas ini, jadi belum bisa menerangkan hasilnya berapa,” kata Ketua Poktan Muti Rahayu, Misdi.

Sehingga untuk mengetahui hasilnya, Misdi mengajak untuk melihatnya nanti setelah panen. Namun diakui Misdi, bahwa benih padi ini mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan varietas lainnya. Mulai dari batang yang tinggi dan kokoh. Membuatnya tidak roboh saat ada angin kencang di musim penghujan. Selain itu, bulir lebih besar dan lebih banyak. Jika varietas lain hanya  kisaran 200 butir, untuk calon benih KIP ini hingga 600-700 butir.

“Hasilnya berapa, ya kita tunggu panen saja. Kami yang menanam ini juga didampingi oleh Satani. Setiap ada kegiatan ke sawah selalu didampingi. Semoga panen nanti bisa maksimal,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar