Politik Pemerintahan

KPU Tunda Tes Kesehatan Malang Jejeg, Sam HC : Saya Non Reaktif Covid-19

Malang (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang menunda jadwal test kesehatan bapaslon dari jalur perseorangan yakni, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko.

Pasalnya, berdasarkan pers rilis KPU Kabupaten Malang yang diterbitkan pada 21 September 2020, bapaslon dari jalur independen yang dinyatakan positif Covid-19, maka KPU Kabupaten Malang menunda untuk melakukan tahapan pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani, dan bebas penyalahgunaan narkotika pada bapaslon yang bersangkutan.

“Iya. Kemarin koordinasi dengan RS untuk penanganan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Malang, Marhendra Pramudya Mahardika, Selasa (22/9/2020).

Dengan demikian, KPU Kabupaten Malang harus menunda tahapan pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani, dan bebas penyalahgunaan narkotika pada Heri Cahyono dan Gunadi Handoko. Hal tersebut mengacu pada pasal 50v ayat (1) PKPU nomor 10 tahun 2020.

Namun begitu, hal tersebut tidak mengganggu tahapan lain dalam Pilkada Kabupaten Malang Desember mendatang. Dimana pada Rabu (23/9/2020) Pilkada Kabupaten Malang berada pada tahapan penetapan paslon. “Tetap. Besok penetapan untuk dua bapaslon yang telah mendaftar sebelumnya,” imbuh pria yang akrab disapa Dika ini.

Sementara itu, kubu Malang Jejeg berencana melakukan swab test ketiga. Hal itu dilakukan Malang Jejeg untuk memastikan apakah pasangan yang diusung benar-benar positif Covid-19 atau tidak.

Dari informasi yang dihimpun, Heri Cahyono telah melakukan swab test sebanyak dua kali. Pertama dilakukan di RS Lavalette pada tanggal 16 September 2020. Dalam test swab tersebut, hasil yang keluar pada tanggal 18 September menyatakan Heri Cahyono dinyatakan positif Covid-19.

“Ya saya sempat kepikiran. Yang saya pikir adalah anak istri saya. Kalau saya positif berarti sebentar lagi saya harus isolasi beserta anak istri saya,” ujar Heri Cahyono usai jumpa pers hari ini.

Namun, pada tanggal 18 September 2020, pria yang akrab disapa Sam HC ini berinisiatif untuk melakukan rapid test di RS Madinah Kasembon, Kabupaten Malang. Dari hasil rapid test tersebut, menyatakan bahwa yang bersangkutan dinyatakam non reaktif Covid-19.

“Hasilnya sore keluar dan mengatakan saya non reaktif. Dari sini saya berkeyakinan untuk melakukan swab test lagi di Laboratorium Kesehatan Prodia pada tanggal 19 September 2020. Dan pada tanggal 21 September 2020, hasilnya keluar, mengatakan saya negatif Covid-19,” jelas Sam HC.

Menurutnya, dua hasil swab test dari RS Lavalette dan Laboratorium Prodia telah diserahkan ke KPU Kabupaten Malang sebagai syarat pendaftaran.

Sedang KPU Kabupaten Malang sendiri, masih menggunakan hasil swab test Heri Cahyono yang dikeluarkan oleh RS Lavalette. Hasil swab test tersebut dijadikan sebagai dasar oleh KPU Kabupaten Malang untuk menunda jadwa test kesehatan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko.


“Itu hasil tes yang pertama. Hasil tes swab yang dikeluarkan lembaga kesehatan tidak dapat kami abaikan. Tentu kami koordinasikan dengan RS yang bersangkutan,” tambah Komisioner KPU Marhendra Pramudya Mahardika.

Meskipun kedua hasil tes swab tersebut, KPU Kabupaten Malang masih belum bisa memastikan bagaiman nantinya terkait tahapan tes kesehatan yang dimaksud. Sebab, test swab kedua dari Laboratorium Prodia, tidak menyebutkan positif atau negatif Covid-19.

“Tentu dikoordinasikan dengan RS pelaksana pemeriksaan kesehatan mas. Nunggu pemeriksaan RS. Hasil swab yang dari prodia tidak menyebutkan positif atau negatif. Istilah di hasil tes tsb bukan positif atau negatif,” pungkas Dika. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar