Politik Pemerintahan

KPU Sumenep Ajukan Anggaran Tambahan Protokol Covid-19 Saat Pencoblosan

Sumenep (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep mengajukan penambahan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati setempat karena dilaksanakan di masa pandemi Covid-19.

“Kebutuhan tambahan itu karena pelaksanaan pemungutan suara memerlukan sarana untuk memenuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19,” kata Komisioner KPU Sumenep Rafiqi Tanziel, Kamis (04/06/2020).

Ia menjelaskan, penambahan anggaran itu salah satunya untuk pengadaan alat pelindung diri (APD). Seluruh jajaran penyelenggara pemilu hingga desa-desa, wajib menggunakan APD. “Termasuk para pemilih yang akan menggunakan hak suaranya juga harus mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker,” ujarnya.

Namun ia belum bisa memastikan, berapa anggaran tambahan yang dibutuhkan saat pelaksanaan pemilu 9 Desember 2020. “Masih dihitung berapa kebutuhan untuk mengikuti protokol Covid-19,” ucapnya.

Pada 3 Oktober 2019 KPU telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Pilbup Sumenep 2020 sebesar Rp 60,7 miliar lebih. Anggaran tersebut kemudian ada penambahan hingga menjadi Rp 68 miliar lebih setelah ada kenaikan honor bagi tenaga ad hoc, yaitu PPK dan PPS.

Kabupaten Sumenep merupakan satu-satunya kabupaten di Madura yang melaksanakan pemilihan bupati/ wakil bupati pada tahun ini. (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar