Politik Pemerintahan

KPU RI Kerepotan Cari PNS untuk Ditempatkan di Daerah Terpencil

Ilham Saputra bersama komisioner KPU Jember Desi Anggraini

Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum RI akan meminta penambahan kuota rekrutmen aparatur sipil negara untuk menjadi pegawai organik lembaga tersebut di 34 provinsi. Ini bagian dari upaya agar KPU tak tergantung pada pinjaman pegawai negeri dari pemerintah.

Tahun ini KPU mendapat kuota perekrutan 700 orang ASN untuk satuan kerja di 34 provinsi dan 500 kabupaten dan kota. “Nanti pada 2020 kami bisa minta lebih untuk mengisi jabatan-jabatan kosong (yang ditinggalkan pegawai pemerintah daerah). Kami akan hitung dulu berapa yang dibutuhkan,” kata Ilham Saputra, salah satu komisioner KPU RI setelah acara seminar pemilu yang digelar Bawaslu Jatim di Jember, Kamis (17/10/2019).

Namun KPU RI juga menghadapi kendala lainnya. “Banyak ASN yang tidak mau ditempatkan di daerah terpencil. Ini kendala buat kami. Mereka biasanya mengundurkan diri, minta pindah, beralasan ikut suami segala macam. Kami akan cari solusi, seperti misalkan apakah kami akan memberikan insentif kepada mereka yang bekerja di pulau terpencil,” kata Ilham.

Perekrutan ASN organik memang mendesak bagi KPU. Ini dikarenakan pegawai-pegawai pemerintah daerah setempat yang diperbantukan bisa ditarik sewaktu-waktu, bahkan saat menjelang pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah. “Ini memang salah satu kendala kami sebagai penyelenggara pemilu, karena kami belum punya pegawai (aparatur sipil negara) organik yang pangkatnya mencapai (pangkat) kepala sub bagian (yang ditarik),” kata Ilham. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar