Politik Pemerintahan

KPU Ponorogo Lakukan Simulasi Pencoblosan dan Penghitungan Suara

Salah satu jari pemilih ditetesi tinta oleh petugas KPPS. [Foto/Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Ponorogo menjadi salah satu dari 50 kabupaten/kota di Indonesia yang menyelenggarakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Dalam simulasi ini protokol kesehatan Covid-19 diperhatikan dengan ketat.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Ponorogo Arwan Hamidi menjelaskan dalam simulasi ini melibatkan pemilih yang real. Yakni mengundang warga Kelurahan Tonatan, sebanyak 340 orang. “Simulasi ini penting dilakukan, bagaimana kesiapan KPU di masa pandemi Covid-19 melakukan pencoblosan,” kata Arwan, Sabtu (21/11/2020).

Selain itu, pihaknya juga dapat mengetahui seberapa efektif waktu yang digunakan dan penerapan jaga jarak. Nantinya, kata Arwan, akan ada evaluasi terkait pelaksanaan simulasi tersebut. Sehingga evaluasi tersebut bisa dilaksanakan pada pemungutan sesungguhnya pada tanggal 9 Desember mendatang. “Ada evaluasi, sehingga nanti pada hari H, pelaksanaannya lebih baik lagi,” katanya.

Dalam penghitungan surat suara nanti, juga akan digunakan aplikasi Sistem Rekapitulasi Secara Elektronik (Sirekap). Sehingga setelah penghitungan selesai, hasilnya diunggah di aplikasi Sirekap tersebut. “Jadi petugas KPPS nanti kalau sudah selesai menghitung, hasilnya juga diunggah ke aplikasi Sirekap,” katanya.

Jadwal pemungutan suara dalam simulasi ini dari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Undangan untuk pemilih atau C6, diberi waktu tertentu untuk mencoblos. Ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan di TPS. Satu bilik khusus juga disediakan dalam pencoblosan nanti.

Bilik khusus tersebut digunakan untuk pemilih dengan suhu diatas 37,3 derajat celcius. “Dilakukan penyemprotan disinfektan setiap satu jam sekali,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar