Politik Pemerintahan

KPU Kediri Ajukan Penundaan Tes Kesehatan dan Rohani Karena Calon Tunggal

Tes psikologi calon kepala daerah di RSSA Malang.

Malang (beritajatim.com) – Ketua Panitia tes Kesehatan Calon Kepala Daerah, Saifullah Asmiragani mengungkapkan dari 7 Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jatim yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, hanya KPU Kabupaten Kediri yang absen karena mengajukan penundaan tes kesehatan atau fisik dan rohani atau psikologi.

Sebanyak 7 KPU di Jatim yang melakukan tes kesehatan dan tes rohani di RSSA Malang adalah, KPU Kabupaten Malang, KPU Kabupaten Kediri, KPU Kota Blitar, KPU Kabupaten Blitar, KPU Situbondo, KPU Jember dan KPU Banyuwangi.

Test kesehatan dilakukan secara dua gelombang pertama pada Selasa, (8/9/2020) dan gelombang kedua pada Kamis, (10/9/2020). Sedangkan untuk tes psikologi dilakukan serentak pada Rabu, (9/9/2020) diikuti oleh 13 pasangan calon atau 26 calon kepala daerah beserta calon wakilnya. “Karena saat ini baru ada satu paslon sehingga mereka melakukan penundaan dulu. Surat dari KPU Kabupaten Kediri sudah kami terima,” ujar Saifullah.

Di Pilkada Kabupaten Kediri baru ada pasangan calon Hanindhito Himawan Pramono dan Dewi Mariya Ulfa sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri. KPU menunda tes kesehatan dan rohani karena masih membuka pasangan calon lain untuk mendaftar. Bila hingga batas waktu tidak ada yang mendaftar dipastikan anak Pramono Anung akan melawan kotak kosong.

“Penundaan yang disampaikan KPU Kabupaten Kediri karena untuk menjaring kemungkinan ada Paslon lain. Sehingga insyallah dilaksanakan 15 sampai 16 September 2020 itu kita lakukan tes kesehatan dan rohani,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar