Politik Pemerintahan

KPU Kabupaten Mojokerto Minta Calon Independen Ambil Silon

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Divisi Teknik, Achmad Arif berkas user nama dan pasword web Silom milik calon independen Subagya - Defry Ervanda. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto meminta agar calon independen segera mengambil user nama dan pasword web Sistem Informasi Pencalonan (Silom) . Pasalnya, data pendukung untuk calon independen harus di-input melalui situs web Silom.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Divisi Teknik, Achmad Arif mengatakan pihaknya sudah menerima surat mandat dari pasangan calon independen Subagya – Defry Ervanda. “Kita sudah diterbitkan user name dan pasword tapi sampai tanggal 10 ini belum diambil,” ungkapnya, Jumat (10/1/2020).

Masih kata Arif, pihaknya sudah mengkomunikasikan hal tersebut kepada calon independen tersebut. Meski tidak ada deadline, namun penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) ini menghimbau agar segera mengambil user nama dan pasword karena proses input data ke web Silom membutuhkan waktu cukup lama.

“Pernyataan dukungan sebanyak 62.338 itu cukup memakan waktu. Kemarin kita sudah sosialisasi dan coba simulasikan, dua operator itu butuh waktu satu bulan sehingga penting untuk di akses. Karena penyerahan tanggal 18 sampai 23 Februari. Hanya satu (pasangan calon independen, red),” katanya.

Arif menambahkan, satu calon independen lainnya yakni Edi Weliang – Eka Setya Hari Suci menyerahkan surat mandat dan meminta user name serta pasword web Silon, Jumat hari ini. Menurutnya, pernyataan dukungan sebanyak 62.338 dalam formulir B1 dengan dilampirkan fotocopy KTP.

“Tanggal 19-26 Februari, akan kita lakukan verifikasi dukungan. Ada tiga item yang akan dilakukan pengecekan, yakni jumlah sesuai atau tidak, sebaran di 10 kecamatan atau tidak dan pencocokan antara kesesuaian yang ada di B1 pernyataan dukungan dengan formulir B2 KWK nya,” jelasnya.

Yakni terkait daftar jumlah pendukung dan rekapitulasi jumlah pendukung pernah kecamatan. Arif menegaskan, jika dalam web Silom nantinya akan terdeteksi jika ada pendukung yang memberikan dukungannya untuk dua calon independen. Pasalnya, pihaknya akan mencocokkan dengan Nomor Induk Penduduk (NIP).

“Nanti kita cocokan. Di aplikasi Silom bisa terdeteksi potensi itu (dukungan ganda, red) yakni melalui NIP. Apakah satu pendukung memberikan dukungan kepada lebih dari satu orang atau terhitung dua kali karena ganda ada dua macam. Ganda eksternal dan ganda internal,” tegasnya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar