Politik Pemerintahan

Pilbup Kediri 2020

KPU Kabupaten Kediri Ultimatum Badan Adhoc Tertib Administrasi

Kediri (beritajatim.com) – Guna memberikan pemahaman tata cara pengelolaan anggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kediri menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) kepada Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Kediri. Kegiatan ini diikuti sebanyak 78 orang peserta terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara PPK.

“Hari ini kita mengadakan Bimtek untuk Tata Cara Pengelolaan Anggaran di Badan Adhoc. Ini penting kita laksanakan untuk peelaksanaan terkait anggaran ini semua baik, PPK maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS) memahami pelaporannya kita harapakan setiap bulan dilaporkan tertib sesuai standar operasional yang ditentukan,” kata Anwar Anshori, Divisi Teknis, Komisioner KPU Kabupaten Kediri.

KPU Kabupaten Kediri mendatangkan KPU Provinsi Jawa Timur untuk menjadi pemateri dalam Bimtek ini. Selain itu, pemateri lain berasal dari Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri. Mereka memberikan pengarahan tentang tata cara pengelolaan anggaran serta pertanggung jawaban penggunaan dana dari Negara tersebut.

“Kami membantu mempermudah pelaporan penggunaan anggaran pada badan Adhoc, sampai pada form digunakan pelaporan sudah kita siapkan. Kemudian juga koordinasi yang dilakukan oleh Tim Sekretariat intensif dan dibuat grup istilahnya KSB (Ketua sekretaris Bendahara) agar kontinyu dilakukan pembinaan mengenai tata cara pengelolaan dan pertanggung jawaban keuangan itu,” imbuh Anwar.

Dalam Bimtek ini, KPU memberikan penekanan terhadap PPK maupun PPS agar tertib administrasi. Anggaran yang sudah dikucurkan agar direspon cepat melalui pemberian pelaporan. Pihak KPU tidak ingin terjadi peristiwa pada pemilu sebelumnya. Dimana, badan Adhoc telah dibubarkan, tetapi ada yang belum menyelesaikan laporan pertanggung jawaban.

“Jangan sampai terkait pelaksanaan seperti sebelumnya. Dimana, pelaksanaan selesai, dan badan Adhoc dibubarkan, ternyata SPJ belum selesai. Harapannya dengan Bimtek, bisa mempermudah PPK dan PPS dalam membuat SPJ. Kita tekankan bila SPJ belum selesai, belum bisa dicairkan,” tegas Anwar.

Menurut Anwar, dalam pengelolaan keuangan hingga pembuatan laporan terbilang mudah. Hanya saja, kendala yang sering dihadapi karena tingkat kedisiplinan mereka. Untuk itu, KPU akan senantiasa mengingatkan seluruh Badan Adhoc untuk mengerti tugas pokoknya.

“Kesulitannya menurut saya, hanya kedisiplinan saja. Karena dsitu jelas terkait penggunaan anggaran dan bukti. Misalkan pembelian suatu barang, dilampiri dengan bukti kwitansi,” ucap Anwar.

kegiatan Bimtek ini dibuka langsung oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Timur Choirul Anam, Selasa (21/07/2020). Setelah, penyampaikan materi oleh Suharto selaku Sekretaris dan Bendahara Keuangan KPU Provinsi Jawa Timur. Suharto atau yang akrab di sapa Totok memberi arahan tentang dana hibah yang sudah di transfer kepada KPU Kab Kediri.

“kita semua punya tupoksi masing-masing, harus saling mendukung, karena seluruh pengelola keuangan diawasi oleh banyak pihak. penambahan dana banyak dipergunakan di belanja pengadaan APD dan penambahan TPS. dua kegiatana tambahan itu bersumber dari dana APBN,” uangkap Totok dalam materi bimtek.

Dalam kesempatan lain Yuniarto Bani Syahriadi Bendahara Pengeluaran KPU Provinsi Jawa Timur menjelaskan mekanisme secara teknis alur pertanggungjawaban, batas penyelesaian pertanggungjawaban serta sanksi pengelolaan anggaran Badan Adhoc. Terakhir, nantinya badan adhoc akan ada pelatihan pengspjan. Diharapkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri nantinya sukses secara teknis maupun keuangan. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar