Politik Pemerintahan

KPU Kabupaten Kediri Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Hitung Suara Pilkada 2020

Kediri (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggelar rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020 di Gedung Bhagawanta Bhari Kediri, Selasa (15/12/2020). Rapat Pleno dihadiri oleh seluruh komisioner KPU, Badan Pengawas Pemillu (Bawaslu), Perwakilan Partai, Saksi dari pasangan calon, serta PPK dari 26 Kecamatan yang ada di kabupaten Kediri.

Rapat pleno ini dibuka dengan penyerahan berkas hasil PPK di tingkat kecamatan dari Saidatul Umah, selaku Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri kepada Ninik Sunarmi, Ketua KPU Kabupaten Kediri.

Anwar Ansori, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Kediri mengungkapkan rekapitulasi yang akan dilakukan ini adalah rekapitulasi yang belum pernah terjadi di sebelumnya yaitu menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi yaitu SIREKAP yang tertuang di PKPU 19 perubahan dari PKPU 9 tahun 2018 sifatnya wajib. “Kami harus lakukan eksekusi dihasil kecamatan itu dari SIREKAP,” ungkapnya.

Dengan sistem yang baru ini terdapat beberapa kecamatan yang terjadi kesalahan rekap karena kendala sistem seperti server padat yang berdampak pada rumus namun tidak signifikan. “Maka kesalahan-kesalahan yang terjadi di saat teman-teman sudah finalisasi rekap kecamatannya, maka temen-temen sudah nggak bisa edit, maka kemudian akan kita lakukan perbaikannya di kabupaten, inilah yang nanti proses yang akan kami lakukan,” katanya.

Anwar menambahkan, dasar KPU Kabupaten Kediri yang dijadikan acuan patokan itu di C hasil KWK KPPS. Hal itulah yang kemudian menjadi dasar, jika terjadi kesalahan maka kembalinya ke C hasil KWK produk dari temen-temen KPPS di TPS.

“Dijadwalkan, rekapitulasi tingkat kabupaten harus selesai tanggal 17 Desember 2020, setelah rekapitulasi tingkat kabupaten dan penetapan hasilnya tuntas dilanjut penetapan pasangan calon pemenang Pilbup Kediri 2020,” tambahnya.

Sementara, hasil dari rekapitulasi yang kita lakukan ini maka kemudian berlanjut langsung untuk ditetapkan perolehan hasilnya, baru kemudian penetapan pasangan calon nanti setelah MK atau Mahkamah Konstitusi mengeluarkan BRPK atau Buku Register Perkara,” bebernya.

Anwar Anshori juga menyinggung adanya kekurangan surat suara seperti yang ditemukan oleh Bawaslu. Tetapi hal tersebut sudah bisa diantisipasi dengan menambal sulam. “Ya kalau untuk kekurangan surat suara itu sudah bisa diantisipasi. Kita ambilkan dari TPS-TPS samping. Tapi hingga akhir pelaksanaan pencoblosna, sekitar pukul 13.00 wib, tidak terjadi kekurangan surat suara,” ucapnya.

Karena berada di masa pandemi, sebelum dilakukan rekapitulasi dari masing-masing kecamatan. Masing-masing Kotak suara yang sudah disegel tersebut disemprot terlebih dahulu dengan desinfektan agar steril. KPU juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat berupa kewajiban untuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun serta menata tempat duduk berjarak untuk menghindari kerumunan. [adv/nm]



Apa Reaksi Anda?

Komentar