Politik Pemerintahan

KPU Kabupaten Kediri Gelar Debat Publik Pamungkas

Kediri (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kediri menggelar debat publik terakhir di Hotel Insumo Palace, Kota Kediri, Selasa (1/12/2020) malam. Acara yang disiarkan langsung pada sejumlah stasiun televisi itu dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Pihak KPU Kabupaten Kediri menyediakan akses link streaming melalui YouTube dan stasiun televisi lokal untuk menyaksikan gelaran debat pamungkas ini.

Nanang Qosim, Komisioner KPU Kabupaten Kediri bidang Partisipasi Masyarakat mengatakan, acara debat pada malam ini sangat penting karena mengangkat tema hukum dan pelayanan publik.

“Jika pada debat sebelumnya kita membahas ekonomi dan kesehatan, maka debat kali ini sangat penting karena membahas hukum dan pelayanan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Hotel Insumo Kota Kediri.

Menurut Nanang, materi debat kali ini paling urgen atau penting. Karena pasangan calon tunggal Hanindhito Himawan Pramono dan Dewi Maria Ulfa berbicara hukum dan pelayanan masyarakat.

“Sebagus apapun program kalau kemudian tata pelayanan tidak berjalan maka kurang. Hubungan komunikasi pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat harus baik. Maka yang menjadi visi misi pasangan calon bisa tersampaikan,” imbuh Nanang.

Kemudian Nanang mengatakan, untuk tahapan selanjutnya Pilkada 2020 yang akan dilakukan oleh KPU Kabupaten Kediri adalah menggelar konser musik secara virtual. Melalui konser tersebut, KPU mengajak seluruh pecinta musik serta masyarakat untuk menggunakan hak pilihan dalam Pilbup Kediri, 9 Desember 2020.

“Pada 4 Desember 2020 kita gelar konser musik tradisional virtual. Tanggal 5 Desember virtual musik modern. Lalu 7 Desember kita akan tutup rangkaian pemilihan sebelum tungsura (penghitungan dan pemungutan suara) dengan doa bersama lintas agama. KPU mengundang seluruh agama di Kediri baik Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik, maupun penghayat kepercayaan,” tambah Nanang.

Terakhir ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk menggunakan hak suaranya, pada 9 Desember 2020.

“Saya mengimbau kepada warga Kabupaten Kediri, ayo gunakan hak pilihmu tanggal 9 Desember datang ke TPS. Jangan takut. Kami semua sudah dilindungi menggunakan tahap protokol kesehatan mulai dari awal sampai akhir. TPS disterilisasi. Protokol kesehatan diterapkan di TPS maupun petugas kami di lapangan,” tegasnya.

Terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Kediri bidang data dan informasi, Eka Wisnu Wardhana mengatakan untuk panelis pada debat pamungkas ini total ada lima orang terdiri dari dua praktisi dan tiga akademisi.

“Pertama ada Yana S. Hijri sebagai Konsultan Ahli/Peneliti Utama Tenaga Ahli Bidang Pemerintahan. Kedua juga ada Muflihul Hadi dari Ombudsman Jatim,” terangnya.

Selanjutnya menurut Wisnu untuk panelis dari akademisi ini total ada tiga orang. “Untuk akademisi ada Iskandar Tsani, ada pak Kukuh Budi Mulya Akademisi dari Universitas Jember, dan terakhir Dian Fericha akademisi IAIN Tulungagung,” tutupnya. [adv /nm]



Apa Reaksi Anda?

Komentar