Politik Pemerintahan

KPU Jember Minta Pesantren Proaktif Urus Pindah Memilih untuk Santri 

Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta kepada semua pondok pesantren agar proaktif membantu pengurusan dokumen A5 atau dokumen pindah memilih untuk para santri yang berasal dari luar daerah.

“Santri sama dengan masyarakat lain, dan kami perlakukan sama. Tak ada diskriminasi. Cuma kebetulan ada beberapa pesantren yang domisili santrinya berasal dari luar desa, kecamatan, kabupaten, atau bahkan provinsi,” kata Ahmad Hanafi, salah satu komisioner KPU Jember.

Disesuaikan dengan aturan KPU yang baru, menurut Hanafi, mereka tetap bisa menggunakan hak pilih dengan pindah memilih. “Namun surat suara yang mereka terima berbeda dan disesuaikan dengan daerah pemilihan domisili. Semestinya kalau masyarakat mencoblos di daerah pemilihan masing-masing, maka akan mendapatkan lima surat suara. Tapi kalau misalkan berbeda dapil DPRD kabupaten, maka hanya akan mendapatkan empat surat suara. Mereka tidak dapat utuh. Ini yang berbeda dengan pindah memilih yang dulu. Kalau dari luar provinsi, maka mereka hanya menerima surat suara untuk pemilihan presiden,” kata Hanafi.

Tenggat pengurusan A5 adalah 17 Februari 2019. “Pengurusan A5 kami fokuskan ke KPU Kabupaten Jember. Kami sudah dirikan tenda. Pindah memilih juga bisa dilakukan di PPS. Kami minta ke Petugas Pemilihan Kecamatan dan Petugas Pemungutan Suara (PPS) untuk melakukan sosialisasi ke pesantren-pesantren yang berpotensi memiliki santri yang mengurus surat pindah memilih,” kata Hanafi.

Santri adalah bagian dari segmen pemilih pemula, yang perlu mendapatkan sentuhan lebih dari relawan demokrasi. Hal terpenting adalah menghilangkan apatisme terhadap politik. “Pemilih pemula ini belum berpengalaman dalam kepemiluan. Kedua, mereka juga investasi politik jangka panjang. Ketika mereka punya pemahaman yang baik tentang pemilu dan mereka berpastisipasi, insya Allah ke depan mereka akan berpartisipasi aktif dalam momentum-momentum pemilu,” kata Hanafi.

“Saya sudah meminta kepada PPK untuk berkoordinasi dan bersilaturahmi dengan pondok-pondok pesantren, supaya mereka memiliki pemahaman tentang prosedur pindah memilih dan santri tak kesulitan menggunakan hak pilih,” kata Hanafi. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar