Politik Pemerintahan

KPU Banyuwangi Tolak Syarat Dukungan Pasangan Satiyem – Sunaryanto

Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraeni Rahman saat menyerahkan Berita Acara penghitungan manual syarat dukungan bakal calon perseorangan bupati dan wakil bupati Banyuwangi kepada Heriyanto LO Tim Satiyem - Sunaryanto. [Foto/Rindi]

Banyuwangi (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi menolak berkas syarat minimal dukungan untuk bakal pasangan calon Satiyem alias Bunda Ratu Satiyem dan Sunaryanto dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banyuwangi. Hal ini dikarenakan kurang dari syarat minimal dukungan yang telah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyuwangi.

Berdasarkan hasil pengecekan pemenuhan jumlah dukungan dan sebaran, pasangan ini menyerahkan dokumen dukungan asli berupa model B.1 KWK perseorangan sebanyak 89.554. Dari jumlah itu 61.218 dinyatakan lengkap, sedangkan 2.312 dokumen tidak lengkap.

Formulir model B 1.1 KWK perseorangan sebanyak 12.121 memenuhi syarat, 10.654 tidak memenuhi syarat. Sementara jumlah sebaran yang memenuhi syarat terdapat 24 dan tidak memenuhi syarat sebanyak 1.

Hasil pengecekan formulir model B2 KWK perseorangan, KPU Banyuwangi mendapati jumlah dukungan yang memenuhi syarat sebanyak 12.121 dan 10.654 tidak memenuhi syarat. Sedangkan, jumlah sebaran baik yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat sama dengan jumlah sebaran dokumen yang tercantum pada formulir model B 1.1 KWK perseorangan.

“Kami telah melakukan penghitungan mulai tanggal 23-25 Februari dan telah selesai jam 18.00 WIB, kita telah menerima berkas penolakan itu pada pukul 20.00 WIB,”

“Jadi yang perlu saya sampaikan syarat dukungan yang diserahkan oleh bakal calon pasangan Bupati dan wakil bupati dari Satiyem alias Bunda Ratu Satiyem – Sunaryanto belum memenuhi jumlah minimal syarat dukungan yang kami tetapkan,” kata Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Banyuwangi, Ari Mustofa, Selasa (25/2/2020).

Ari Mustofa menyebut, berdasarkan hasil itu dukungan pasangan bakal calon tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat dukungan dan sebaran, sehingga dokumen dukungan bakal calon pasangan perseorangan ditolak.

“Dokumen yang kami terima banyak yang tidak lengkap, parameternya tidak tertempel fotokopi KTP elektronik, ada data yang tidak terisi, ada juga yang tidak ada tanda tangan dari pendukung,” jelasnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi telah selesai melakukan pengecekan pemenuhan jumlah dukungan dan sebaran dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Banyuwangi tahun 2020, untuk pasangan bakal calon Satiyem alias Bunda Ratu Satiyem dan Sunaryanto.

Sebelumnya, KPU Banyuwangi telah menghitung jumlah dokumen dukungan asli berupa formulir model B.1 KWK, mengecek dan menghitung jumlah dukungan yang tercantum dalam formulir Model B.1.1 KWK Perseorangan. Serta, menghitung persebaran dukungan yang tercantum dalam formulir model B.2-KWK perseorangan.

Selanjutnya, KPU Banyuwangi juga menghitung persebaran dukungan yang tercantum dalam formulir Model B.2 KWK Perseorangan. Penghitungan juga telah berpedoman pada jumlah sebaran dukungan bakal pasangan calon erseorangan untuk Kabupaten Banyuwangi sebanyak 13 wilayah kecamatan.

Kemudian, mengecek kesesuaian jumlah dukungan dan persebarannya yang tercantum
dalam formulir Model B.2 KWK Perseorangan dengan pemenuhan syarat jumlah dukungan dan sebaran. Keputusan ini tertuang dalam berita acara BA1 KWK oleh KPU Banyuwangi.

Sekedar diketahui, KPU Banyuwangi menetapkan syarat jumlah dukungan bakal calon pasangan bupati dan wakil bupati Banyuwangi sebanyak 85.643 orang. Sedangkan Satiyem – Sunaryanto mengklaim telah memasukkan data ke Silon sebanyak 94.958 dukungan.

Menanggapi hasil itu, tim Satiyem – Sunaryanto menolak dan tidak menerima hasil berita acara tersebut. Tim ini juga menolak menandatangani berita acara tersebut. “Intruksi dari Bunda, kami untuk menolak dengan keputusan KPU. Terkait kecurangan KPU menghitung data-data kami, karena tidak sesuai,” ungkap Heriyanto, LO Tim Satiyem – Sunaryanto. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar