Hukum & Kriminal, Politik Pemerintahan

KPK Kecewa, Jokowi Beri Grasi Kepada Terpidana Korupsi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan di DPRD Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Sejumlah terpidana kasus korupsi telah mendapat grasi atau pemotongan masa hukuman oleh Presiden RI Joko Widodo melalui putusan Mahkamah Agung (MA). Keputusan Jokowi ternyata membuat KPK kecewa.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengaku kecewa atas putusan MA. Lembaga antirasuah itu enggan melakukan intervensi atas putusan presiden dan MA. Apalagi keputusan pemotongan hukuman telah dijelaskan secara rinci oleh Presiden Jokowi.

“Pada prinsipnya saya tidak mau intervensi itu kewenangan mereka (MA dan Presiden). Kita tetap menghormati keputusan itu. Beliau sudah menjelaskan secara jelas pertimbangan potongan hukuman. Pokoknya kita tidak mau ikut campur meski kita kecewa,” papar Basaria.

Adapun, potongan hukuman oleh MA diberikan kepada mantan Gubernur Riau, Annas Maamun pemberian grasi ini, berdasarkan keputusan presiden nomor 23/G tahun 2019. Hukuman Annas dikurangi satu tahun, dari semula tujuh tahun menjadi enam tahun.

Pemotongan hukuman juga diberikan kepada terpidana perkara suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham. Mantan menteri sosial itu, mendapat potongan hukuman menjadi menjadi dua tahun penjara, dari sebelumnya lima tahun penjara.

Kemudian potongan hukuman juga diberikan kepada Panitera Pengganti Pengadilan Tipikor Medan, Helpandi. Dia dapat potongan hukuman setahun dari masa hukuman tujuh tahun penjara. Dia menjadi koruptor terkait perkara suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Medan. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar