Politik Pemerintahan

KPK Ingin Kota Malang Jadi Pusat Peradaban Anti Korupsi

Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Laode M. Syarif

Malang (beritajatim.com) – Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Laode M. Syarif ingin Kota Malang menjadi pusat peradabaan anti korupsi. Sebab, Kota Malang memiliki pelajaran berharga bagaimana DPRD Kota Malang 41 legislatornya ditangkap KPK. Selain itu, mantan Wali Kota Malang Moch Anton juga terlibat dalam kasus suap APBD-Perubahan Tahun Anggaran 2015.

“Mengapa demikian karena kita belajar dari masa lalu, jika kita pernah tergelincir, insya allah kedepannya kita tidak akan terpeleset pada jurang yang sama,” kata Laode, dalam acara Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Depan Balaikota Malang pada hari Jumat (6/9/2019).

Laode juga mengapresiasi Kota Malang karena telah 100 persen menyampaikan LHKPN kepada KPK. Apresiasi lainnya yang juga diberikan untuk Kota Malang adalah dengan dilaksanakannya pendidikan karakter sejak usia dini.

“Hal tersebut sejalan dengan tujuan kampanye antikorupsi yang dilakukan oleh KPK, bukan saja hanya melakukan kampanye biasa namun kami berupaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat,” ujar Laode.

“Tentu, Program Pendidikan Karakter yang dilakukan oleh Pemkot Malang merupakan dasar dari pembentukan akhlak yang tujuannya juga bisa membentuk karakter antikorupsi,” imbuhnya.

Laode berharap Kota Malang bisa menjadi kota percontohan di Indonesia untuk pelaksanaan pendidikan antikorupsi seperti halnya pelaksanaan pendidikan karakter masyarakatnya.

Sementara itu, Walikota Malang, Sutiaji mendukung program kegiatan roadshow yang dilaksanakan oleh KPK RI. Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi motivasi serta inspirasi bagi Kota Malang untuk dapat terus belajar menjalankan e-goverment yang bersih.

“Insya Allah Kota Malang akan terus berupaya memperbaiki diri dan berbenah dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang antikorupsi seperti tujuan kampanye KPK pada kegiatan hari ini. Sosialisasi ini harus terus dilakukan sehingga praktek korupsi di Kota Malang dapat terus kita musnahkan,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar