Politik Pemerintahan

Kota Malang Macet, 30 Titik Jalan Persimpangan Bakal Dilebarkan

Malang (beritajatim.com) – Kemacetan menjadi polemik yang harus segera diatasi oleh Pemkot Malang. Kemacetan di Kota Malang bahkan nyaris merata di setiap sudut kota. Jumlah kendaraan yang terus bertambah tak sebanding dengan jalanan Kota Malang yang kecil.

Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang telah merencanakan pelebaran jalan di 30 titik jalan persimpangan. Titik-titik itu adalah kawasan yang rutin mengalami kemacetan atau kepadatan volume kendaraan.

“Tahun ini diajukan proses lelang pengadaan studi simpang. Ini adalah tahap pertama yang akan kami lakukan untuk pelebaran simpang-simpang di 30 titik,” kata Kabid Bina Marga DPUPR Kota Malang Didik Setianto, Sabtu (6/7/2019).

Beberapa persimpangan yang masuk dalam 30 titik pelebaran adalah, Tunggulwulung, Polehan, Sulfat dan kawasan Soekarno-Hatta. Sebelum itu, pihaknya bakal melihat lahan atau tanah yang terdampak. Lalu disesuaikan dengan konsep tata ruang dan harga NJOP (nilai jual obyek pajak).

“Target pelaksanaan tahun 2020. Tapi tergantung kondisi keuangan daerah. Pemkot telah menganggarkan Rp10 miliar di satu titik untuk pembebasan lahan,” papar Didik.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, baik bangunan milik pemerintah maupun milik warga bakal dibebaskan demi pelebaran jalan ini. Sebab, penyebab kemacetan di Kota Malang adalah jalan yang sempit serta pintu persimpangan yang menghubungkan area perkampungan dan jalan raya.

“Semoga saja terealisasi tahun ini. Anggarannya Rp 10 Miliar untuk membebaskan lahan sudah disiapkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2019. Kami juga berencana merampingkan median jalan di beberapa titik. Di samping untuk membuat jalur arus putar baru, juga untuk memperlebar lajur jalan sehingga tidak terjadi penumpukan,” tandasnya. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar