Politik Pemerintahan

Kota Kediri Dapat Alokasi Vaksin Covid-19 untuk 3.435 Orang

Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri

Kediri (beritajatim.com) -Pemerintah Kota Kediri mendapatkan alokasi vaksin untuk 3.435 orang. Pemkot melalui Dinas Kesehatan Kota Kediri telah menyiapkan 9 Puskesmas dan 6 rumah sakit sebagai tempat penyelenggaraan vaksin Covid-19.

“Pemkot Kediri sudah siap untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Kami sudah siap baik itu sasaran, petugas vaksinator, dan sarpras,” kata Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri, Jumat (8/1/2021).

Menurut Fauzan, Pemkot Kediri sudah menyiapkan sasaran vaksin untuk tahap pertama yang rencananya akan akan diselenggarakan pada tanggal 14 Januari-April 2021. Jumlah sasaran yang terdata pada tahap pertama yaitu 5.320 orang terdiri dari tenaga kesehatan dan pendukung tenaga kesehatan.

“Info terakhir untuk tahap pertama, Kota Kediri dapat alokasi 3.435 orang,” tambah Fauzan.

Sedangkan untuk pelaksanaan vaksinasi, Pemkot Kediri menyiapkan 9 Puskesmas dan 6 rumah sakit yiatu RSUD Gambiran, RS Bhayangkara, RS Baptis, RS Muhammadiyah, RS Lirboyo, dan RS DKT. Kesemuanya sudah siap baik tenaga vaksinator dan juga sarpras.

Menjawab kekhawatiran masyarakat tentang keamanan vaksin, Fauzan mengatakan bahwa vaksin tersebut sudah lolos uji klinis sehingga mempunyai tingkat keamanan, efikasi, dan imonogenisitas tinggi. Vaksin yang akan digunakan sudah melalui proses sesuai dengan prosedur.

“Kalau ingin menanyakan lebih lanjut, bisa ke call center GTPP Kota Kediri,” tambah Fauzan. Call Center GTPP Kota Kediri di (0354 2894000) atau 08113787119.

Sedangkan dalam pelaksanannya nanti, Dinkes Kota Kediri sudah membuat prosedur pelaksanaan vaksin dari sasaran yang sudah terdata yaitu usia 18-59 tahun. Selajutnya, menerima penjelasan tentang vaksin dan juga menandatangani surat persetujuan. Dalam hal waktu, bersedia mengikuti aturan dan jadwal imunisasi.

Dinkes juga menetapkan orang yang tidak boleh divaksin yaitu memiliki riwayat penyakit epilepsi/ayan dan gangguan syaraf lainnya. Menerima imunisasi jenis lain dalam sebulan terakhir atau akan menerima imunisasi dalam 1 bulan ke depan. Dan berencana akan pindah domisili sebelum jadwal imunisasi selesai. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar