Politik Pemerintahan

Korban Meninggal di Jatim Berstatus ODP, PDP dan Positif Corona 91 Orang

Surabaya (beritajatim.com) – Total jumlah korban meninggal di Jawa Timur di tengah wabah Covid-19 hingga data Rabu (8/4/2020) sebanyak 91 orang. Data ini dipasang di laman infocovid19.jatimprov.go.id.

Sebanyak 91 orang yang meninggal itu terdiri dari 17 orang dalam status positif Covid-19 (confirm), 61 orang dalam status PDP (pasien dalam pengawasan) dan 13 orang dalam status ODP (orang dalam pemantauan).

Berdasarkan data itu juga, sebanyak 196 orang berstatus positif (confirm) Covid-19 di Jatim. Dari angka itu yang mengalami kesembuhan atau terkonfirmasi negatif sebanyak 46 orang (23,47 persen), dirawat 133 orang (67,86 persen) dan meninggal 17 orang (8,67 persen).

Sedangkan, dari 1185 orang pasien dalam pengawasan (PDP), yang masih dalam pengawasan hanya 805 orang (67,93 persen), selesai pengawasan 319 orang (26,92 persen) dan meninggal 61 orang (5,15 persen).

Kemudian, dari 12314 orang dalam dalam pemantauan (ODP), belum dipantau 0 (0,0 persen), dipantau 8250 (67,00 persen), selesai dipantau 4051 (32,90 persen) dan meninggal 13 (0,11 persen).

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuadi dalam suatu kesempatan konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya pernah menyatakan bahwa dari korban meninggal di Jatim yang murni akibat Covid-19 hanya dua orang. Sedangkan, sisanya memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, darah tinggi, pneumonia, jantung dan penyakit komplikasi lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa telah memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim. Hingga 8 April 2020 pukul 18.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 12314 orang, 1185 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 196 positif Covid-19 (coronavirus)

“Jadi, total 196 orang yang positif Covid-19 di Jatim, ada tambahan dua orang. Yang sembuh bertambah empat menjadi 46 orang dan meninggal juga tambah satu jadi 17 orang. Zona merah menjadi 25 daerah saat ini ditambah dengan Kabupaten Tuban,” katanya kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (8/4/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 196 orang di Jatim itu terdiri dari 84 dari Surabaya, 10 Kabupaten Malang, 8 Kota Malang, 1 Kota Batu, 9 dari Magetan, 18 dari Sidoarjo, 7 Kabupaten Kediri, 1 Kota Kediri, 5 Gresik, 1 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 3 Lumajang, 2 Jember, 8 Situbondo, 1 Bondowoso, 1 Banyuwangi, 2 Pamekasan, 5 Tulungagung, 2 Jombang, 7 Nganjuk, 1 Kabupaten Madiun, 3 Ponorogo, 1 Trenggalek, 13 Lamongan dan 2 Tuban.

Dari data tersebut, ada 17 pasien yang meninggal, yakni 1 di Kabupaten Malang, 8 di Surabaya, 2 di Sidoarjo, 1 di Gresik, 2 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan dan 1 Tuban.

Ada 46 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 8 dari Malang, 25 dari Surabaya, 1 dari Sidoarjo, 1 dari Gresik, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan dan 1 Banyuwangi. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar