Politik Pemerintahan

Koperasi Pondok Pesantren Dapat Kucuran Kredit dari Pemprov Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Dua Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dan dua Pengasuh Ponpes di Jawa Timur mendapatkan kucuran pembiayaan dari pemerintah provinsi yang menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kanwil Regional IV serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD).

Yakni Kopontren An-Najiyyah Tambakberas Jombang mendapat bantuan kredit sebesar Rp 300 juta, Kopontren Al Furqon Mashur Gresik sebesar Rp 200 juta, Pengasuh Ponpes Qowiyyul Ulum Surabaya sebesar Rp 50 juta, dan Pengasuh Ponpes Nurul Qoir Surabaya sebesar Rp 75 juta.

Pengasuh Ponpes mendapatkan kredit dari BRI Syariah dan Kopontren memperoleh kredit dari Bank BPR Jatim. Selain itu, Ponpes juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan perusahaan peternakan dan infrastruktur.

Bantuan kredit secara simbolis diserahkan saat peluncuran program Business Matching dan PETIK Keuangan bagi Pondok Pesantren bertajuk Pengembangan Usaha Pondok Pesantren Agar Berdaya Saing Tinggi di Hotel JW Marriott Surabaya, Kamis (17/12/2020).

Ketua Kopontren An-Najiyyah Tambak Beras, KH Abdul Hanan alias Gus Hanan, menyampaikan terima kasih atas bantuan inisiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tersebut.

Khususnya juga kepada Tim TPKAD dan OJK yang telah membimbing santri mengenalkan literasi keuangan kepada santri. Gus Hanan berharap agar pesantren lain memiliki kesempatan yang sama agar mampu berkembang dan bersaing dengan dunia luar.

“Harapan kami Pemprov Jatim memberikan dukungan kepada pesantren lain untuk akses Keuangan, akses dunia Industri dan pembimbingan berupa transfer ilmu dan manajemen marketing,” katanya.

Gus Hanan menjelaskan jika Kopontren An-Najiyyah memiliki peternakan ayam yang sudah menghasilkan produk telur dan daging beku.

Maka, pada hari ini pula Kopontren tersebut juga menandatangani kemitraan dengan PT Tabasan Jaya sebagai pemasok pakan ternak dan unggas dalam program yang diluncurkan secara sinergis antara Gubernur Khofifah, OJK dan TPKAD tersebut. Maka, dengan bantuan kredit ini, Kopontren akan melakukan pengembangan usaha.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menuturkan, hari ini adalah sinergitas kesekian kali sebagai upaya menguatkan antara dakwah bil hal dan dakwah bil mal melalui pengembangan ekonomi pondok pesantren.

Termasuk mendorong upaya Indonesia menjadi eksportir makanan halal. Mengingat saat ini Indonesia adalah importir makanan halal terbesar di dunia. “Ini adalah medium dakwah medium jihad kita antara lain pada hari ini semoga Allah membukakan pintu kesuksesan membalik Indonesia menjadi eksportir makanan halal terbesar di dunia,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, jaringan santripreneur dan sosiopreneur atau jaringan alumni pesantren adalah satu kesatuan peluang ekosistem guna mewujudkan pengembangan ekonomi Ponpes. Sekaligus langkah menuju terwujudnya cita-cita sebagai eksportir makanan halal.

Sementara itu, Kepala OJK Jatim, Bambang Mukti Riyadi menjelaskan, selain pembiayaan, pihaknya juga akan melakukan pendampingan literasi finansial bagi pesantren. “Jadi selain pembiayaan itu, kita terus dampingi ikut mengantarkan atau membuat ekosistem supaya nanti Kopontren betul-betul mengelola usahanya secara ekonomis,” ujar Bambang. [ifw/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar