Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Kontraktor Sering Bermasalah, Ketua DPRD Magetan: Pemkab Tidak Belajar dari Pengalaman

Ketua DPRD Magetan Sujatno

Magetan (beritajatim.com) – Terkait masalah hutang PT Haidasari Lestari, penggarap Gedung Pusat Graha Literasi Magetan, Ketua DPRD Magetan Sujatno menilai bahwa Pemkab Magetan tak belajar dari pengalaman. Permasalahan serupa sempat terjadi pada tahun 2019 yakni supplier kontraktor penggarap Gedung Administrasi RSUD dr Sayidiman yang juga menagih hutang, berikut belakangan ini sub kontraktor Pasar Baru Magetan yang juga menagih hutang kontraktor.

Dia menilai, dari pengalaman tahun 2019 itu, Pemkab seharusnya bisa membuat regulasi. Minimal mengatur jumlah saving atau dana cadangan dari peserta lelang dengan minimal tertentu dari nilai kontrak. Meski hal tersebut tak diatur dalam peraturan menteri, namun lewat turunan Perda dan Perbup, hal itu bisa diatur. Karena sifatnya tak melanggar aturan diatasnya.

“Dengan adanya minimal saving itu, setidaknya kemampuan keuangan dari pemenang tender nanti tidak diragukan. Sehingga, permasalahan seperti ini bisa dihindari. Setahu saya kabupaten lain sudah mengatur tentang itu, jadi jarang sekali permasalahan seperti gedung literasi ini jarang sekali terjadi,” kata Sujatno, Rabu (12/1/2022).

Menurutnya, bisa jadi pemenang tender tersebut tak hanya menangani proyek di Kabupaten Magetan, tapi juga di daerah lain. Modalnya bisa jadi minim dan baru terasa dampaknya di belakang. Dan akhirnya meski proyek sudah jadi akhirnya tetap bermasalah karena bahan bangunan dan peralatan dari supplier belum dilunasi.

“Kami harap ini segera jadi perhatian Pemkab Magetan. Terkait hal ini kami sebagai dewan selalu mengawasi. Dan memang harus ada turunan aturannya. Terlebih mayoritas supplier atau sub kontraktor rata-rata adalah warga Magetan,” katanya legislator PDI Perjuangan itu. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar