Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Kontraktor Proyek Islamic Center Gresik Diusulkan Masuk Daftar Hitam

Gresik (beritajatim.com)- Proyek Islamic Center Gresik yang berlokasi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang terkesan mangrak. Proyek senilai Rp 10,9 miliar yang dibangun di era kepimpinan Bupati Sambari Halim Radianto dan Wabup M.Qosim menempati lahan seluas 1,2 hektar.

Proyek tersebut digarap oleh PT Batara Guru yang seharusnya rampung pada 26 Desember 2021. Tapi, kenyataan di lapangan progres pembangunan baru berjalan 50 persen. Belum kelarnya pembangunan proyek Islamic Center itu membuat Komisi III Dewan Gresik uring-uringan. Sehingga, komisi tersebut membuat keputusan mem-black list PT Batara Guru selaku pelaksana proyek.

Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi menuturkan, pemberian sanksi blacklist tidak hanya berlaku pada proyek itu saja. Tapi, berlaku juga pada sejumlah proyek lain selama dua tahun. Baik proyek lelang di Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik (SPSE), maupun proyek penunjukan langsung (PL).

“Kami menindak tegas bagi kontraktor yang tidak serius mengerjakan proyek karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Diusulkan masuk daftar hitam, sanksinya diputus kontrak kerja dan hanya dibayar sesuai progres saat ini,” tuturnya, Rabu (5/01/2022).

Seperti diketahui, semula keberadaan islamic center diproyeksikan sebagai spot wisata religi di Gresik bagian selatan. Namun, proyek senilai miliaran rupiah itu belum selesai pembangunannya dan terkesan mangkrak.

Sesuai planning-nya gedung Islamic Center Gresik. Terdiri atas tiga tower. Di kawasan itu juga dibangun Masjid Akbar, tempat untuk manasik haji, serta sentra kuliner untuk mewadahi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Adanya gedung tersebut juga diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat di Gresik Selatan. [dny/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar