Politik Pemerintahan

Kontraktor Normalisasi Sungai Kemuning Terancam Digugat Warga Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Banyaknya bangunan warga yang rusak akibat dampak dari kegiatan proyek normalisasi sungai Kemuning, membuat para rekanan atau Perseroan Terbatas (PT) yang mengerjakan proyek multi years tersebut terancam digugat oleh warga terdampak.

Wahyu, salah satu pemilik lahan sekaligus korban dampak normalisasi sungai Kemuning tersebut menjelaskan, selama pengerjaan berlangsung, sejumlah titik bangunan di rumahnya retak. Bahkan ada tembok yang telah terpisah dari induknya.

“Tidak hanya bangunan rumah saya yang rusak, jembatan pribadi keluarga kami juga rusak karena sering dilalui oleh alat-alat berat milik kontraktor,” ujarnya, Kamis (8/8/2019).

Lanjut Wahyu, terkait kerusakan rumah yang retak dan pondasi yang turun sampai saat ini juga belum dibenahi oleh rekanan. “Kami berharap pihak kontraktor segera memperbaiki rumah kami, karena sudah tiga tahun proyek ini berjalan, bahkan pihak keluarga sudah membuat surat perjanjian bermaterai dengan pelaksana PT yang mengerjakan normalisasi sungai Kemuning, yang intinya siap bertangungjawab memperbaiki seperti semula, jika tidak maka pihak pelaksana proyek siap dituntut secara hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Dwi Eko Harjanto, Staf Kabid Pengelolaan Sungai, DPUPR Sampang, saat ditanya terkait dampak kerusakan rumah warga, ia menjelaskan, mengenai kerusakan dampak kegiatan proyek, sepenuhnya menjadi tanggungjawab pihak kontraktor. Menurutnya, jika hingga saat ini belum diperbaiki, bisa saja karena kegiatan proyeknya belum selesai 100 persen.

“Kemungkinan pengerjaan proyeknya belum selesai jadi rekanan belum melakukan perbaikan,” pungkasnya. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar