Politik Pemerintahan

Komunitas Nahdliyin Dukung Machfud Arifin-Mujiaman

Surabaya (beritajatim.com) – Surabaya yang sesungguhnya tidak hanya sebagai kota pahlawan, melainkan juga kota religi, dikarenakan banyaknya bukti sejarah perjuangan Islam. Diantaranya makam Sunan Ampel, langgar Gipo.

Komunitas Nahdliyin dalam Relawan Sahabat Lama Surabaya melihat jika sejarah itu semuanya tidak pernah mendapatkan sentuhan pembangunan dari pemkot surabaya. Dari fakta itu, mereka memastikan mendukung dan bergerak memenangkan Machfud-Mujiaman.

Subandi ketua Koordinator Relawan Sahabat Lama Surabaya menyampaikan relawan ini terdiri dari gabungan umat Nahdliyin yang berlatar belakang ansor, banser dan banyak lainnya.

“Yang terjadi selama ini situs-situs islam di surabaya tidak terurus, seperti langgar Gipoo dan Sunan Ampel yang menjadi jujukan seluruh umat Islam, tidak hanya dari negeri ini, bahkan dari luar negeri, tapi pemkot surabaya tidak pernah sedikit pun memberi perhatian, yang terjadi dibiarkan saja, padahal itu potensi wisata religi yang akan lebih baik, indah bahkan nyaman bagi peziarah jika dikembangkan dan dibangun,” ungkapnya.

Subandi menegaskan, dari dasar itu sekaligus melihat semangat dan kepedulian Machfud Arifin yang luar biasa pada sejarah.

“kepedulian Machfud Arifin pada situs Islam mengerakan kita para umat Nahdliyin untuk bersatu dan bergerak memenangkan Machfud-Mujiaman di Pilwali Surabaya, dikarenakan keduanya adalah figur pemimpin yang benar-benar sudah bertindak nyata, bukan pemimpin yang jual janji palsu, surabaya butuh Machfud-Mujiaman agar kota tercinta ini bisa lebih maju dan warganya makmur,” tuturnya.

Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Mujiaman Sukirno

Subandi dengan penuh semangat menegaskan jika mereka semua bersatu dan bergerak menggunakan seluruh jaringan Nadliyin di seluruh surabaya dan solid untuk memenangkan Machfud-Mujiaman di Pilwali 2020. Sebab, mereka ingin surabaya dipimpin sosok pemimpin yang benar-benar hebat, dan mampu serta sudah teruji dan terbukti mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan diri sendiri.

Sementara itu Machfud Arifin bacawali surabaya menuturkan, sahabat lama ini terdiri dari berbagai unsur selain dari Nahdliyin ada juga dari nelayan dan berbagai kalangan masyarakat, yang mereka bersatu karena ingin merealisasikan perubahan di kota tercinta ini, khususnya dalam Mengembangkan sejarah Islam.

“Banyak sejarah Islam di surabaya yang sangat miris kondisinya seperti makam Sunan Ampel yang sangat sempit lokasinya, bahkan lahan parkir pun tidak ada, sehingga jalan dijadikan lahan parkir, padahal menjadi jujukan seluruh umat Islam disaat ziarah Sunan. betapa indahnya jika dibangun, ditata menjadi lebih baik, agar lebih nyaman bagi para peziarah dan menjadi salah satu icon religi di surabaya yang benar-benar indah dan religius,” ungkap arek suroboyo asli ini.

Machfud menegaskan, dirinya bersama Mujiaman dalam satu tekad pengabdian pada warga surabaya untuk menjadikan kota tercinta ini maju kotane, makmur wargane.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar