Politik Pemerintahan

Komunikasi Virtual Bupati Pamekasan dan Bupati Landak Redam Ketegangan

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam dan Bupati Landak, Karolin Margret Natasa berbingcang melalui video call tentang bahasan 'konflik suku Dayak dan Madura'.

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam bersama Bupati Landak, Karolin Margaret Natasa menjalin komunikasi virtual melalui video konferensi membahas seputar pernyataan oknum warga Madura, yang memicu ketegangan antar suku, Senin (8/6/2020) lalu.

Sebab pernyataan di media sosial yang dilakukan oleh warga kelahiran Sampang, yang berdomisili di Surabaya, Lutfi Holi. Memicu polemik dan ketegangan antara suku Madura dan Suku Dayak, sekalipun dipublis sejak beberapa bulan lalu dan kembali viral dalam beberapa hari terakhir.

“Pertanyaan oknum warga Madura di media sosial itu tidak mewakili suku Madura, hubungan yang dibangun antara suku Dayak dan Madura seharusnya adalah hubungan persaudaraan dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Sabtu (13/6/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Landak Karolin Margaret Natasa juga memaklumi sekaligus mengimbau dan meminta masyarakatnya agar tetap tenang dan memasrahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Terlebih pihaknya menilai hal tersebut tidak mewakili warga Madura secara keseluruhan.

Selain itu, pihaknya juga pernyataan Lutfi Holi tidak mempresentasikan warga Madura. Bahkan ia juga berharap kedua suku tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan pernyataan tersebut. “Dari itu kami mengimbau agar kedua suku tidak terpancing, baik masyarakat Madura khususnya yang ada di Kalimantan Barat, maupun masyarakat Suku Dayak,” imbaunya.

Selain itu pihaknya juga sangat menyayangkan pernyataan tersebut, sekaligus menyatakan ketidak setujuannya atas pertanyaan Lutfi Holi. Serta ia menilai jika yang bersangkutan layak di proses secara hukum guna menghindari konflik antar suku, dalam hal ini Suku Dayak dan Suku Madura.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan saudara Holi yang membuat saudara kami Suku Dayak tersinggung, kami juga meminta maaf kepada seluruh suku Dayak, apabila pernyataan saudara kami membuat tersinggung. Misalnya saudara Holi diproses secara hukum kami setuju, biar yang berwajib melaksanakan tugas sesuai perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar