Politik Pemerintahan

Komitmen Bea Cukai Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Banyuwangi resmi ditempati. Peresmian itu dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi.

Selain baru, Kantor Bea Cukai Banyuwangi telah mengalami peningkatan topologi kantor. Karena sebelumnya kantor ini memiliki tipe Pratama, kini menjadi Tipe C.

“Peresmian tersebut sejalan dengan semangat dan komitmen yang terus digaungkan Bea Cukai untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dan melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal,” kata Heru, Jumat (25/1/2019).

Heru menyatakan meskipun baru diresmikan, kegiatan pengawasan dan pelayanan Bea Cukai di Banyuwangi telah dilaksanakan sejak lama. Bahkan, wilayah pengawasannya cukup luas mencapai 5.782,50 Km2, meliputi seluruh Kabupaten Banyuwangi yang terdiri dari 25 Kecamatan.

“Sepanjang tahun 2018 Bea Cukai Banyuwangi telah berhasil melakukan penindakan di bidang Cukai sebanyak 18 kali dan berhasil mengamankan 343.032 batang rokok ilegal dengan nilai barang mencapai Rp137.212.800 dan 38 botol minuman keras dengan nilai barang Rp15.240.000, potensi kerugian negara sebesar Rp 114.915.720,” ungkap Heru.

Selain itu, kata Heru, Bea Cukai Banyuwangi juga melakukan pengawasan terhadap penumpang kedatangan Internasional rute Banyuwangi-Kuala Lumpur. “Sejak tanggal 19 Desember 2018, Bandara Blimbingsari di Banyuwangi telah melayani kedatangan internasional rute Banyuwangi-Kuala Lumpur sebanyak tiga kali penerbangan dalam satu minggu,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ke depan pihaknya akan terus berkordinasi dengan Bea Cukai untuk peningkatan ekonomi. Pihaknya juga akan melakukan kolaborasi tidak hanya ekspor dengan perusahaan besar, tapi juga IKM dengan paket khusus.

“Kita tadi sudah sampaikan ke Pak Dirjen, bahwasannya pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tidak menggambarkan pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya. Karena kita tidak pernah tercatat di neraca ekspor impor di Banyuwangi. Semuanya di ekspor lewat Bali, Surabaya dan Jakarta,” pungkasnya. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar