Politik Pemerintahan

Komisioner KPK Soroti Status Bencana Ambrolnya Jalan Sultan Agung Jember

Jember (beritajatim.com) – Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyoroti peristiwa ambrolnya Jalan Raya Sultan Agung di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ambrolnya jalan itu membuat 10 rumah toko roboh.

Dalam akun Facebooknya, Ghufron menulis: ‘Bencana alam itu akibat peristiwa alam. Kalau bangunan ambrol akibat dibangun di atas sungai dan retak lebih dari satu tahun dibiarkan..?’. Pernyataan itu diunggah pada Selasa (3/3/2020) pukul 09.30 WIB.

Sebelumnya, Bupati Faida menetapkan status darurat bencana terkait ambrolnya Jalan Raya Sultan Agung itu. “Status kebencanaan 14 hari,” katanya, Senin (2/3/2020).

Saat dihubungi via WhatsApp oleh beritajatim.com, Ghufron mengatakan, bupati berniat baik untuk memperbaiki jalan rusak itu. Penetapan status darurat bencana akan mempercepat proses pengadaan barang untuk perbaikan dan menghindari perdebatan soal wewenang pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.

Mekanisme perbaikan sudah diatur dalam peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 13 Tahun 2018 tentang Pengadaam dalam Keadaan Darurat. Di sana disebutkan perbaikan sarana dan prasarana pelayanan publik yang rusak dikerjakan melalui proses penunjukan.

“Cuma mengkategorikan sebagai darurat bencana itu yang menurut saya tidak pas, karena itu bukan bencana alam, bukan bencana sosial ataupun bencana kegagalan teknologi,” kata Ghufron.

Ghufron menilai penetapan status darurat bencana menggelitik alam pikiran publik. “Mengusik pengetahuan publik yang tahu bahw itu bukan bencana,” katanya.

Sebelum ambrol, jalan di areal pusat pertokoan Jompo itu mendapat sororan publik karena retak. Keretakan itu tak tuntas ditangani sejak tahun 2019. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menanti relokasi 31 ruko di sana oleh Pemkab Jember sebelum ada perbaikan. (wir/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar