Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Komisioner KPK: Saatnya NU Pimpin Jihad Melawan Korupsi

Nurul Ghufron, salah satu komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Jember (beritajatim.com) – Nurul Ghufron, salah satu komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, berharap duet kepemipinan KH Miftahul Akhyar dan KH Yahya Kholil Staquf di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bisa memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kami menyampaikan selamat dan mendoakan semoga NU berkah dalam kepemimpinan KH Miftahul Akhyar dan KH Yahya Kholil Staquf yang telah terpilih sebagai Rois Am dan Ketua Tanfidz PBNU dalam Muktamar ke-34 di Lampung,” kata Ghufron, dalam pesan WhatsApp yang diterima wartawan, Sabtu (25/12/2021).

Menurut Ghufron, kebesaran NU dari sisi nilai maupun jumlah jemaah diharapkan mampu memotori gerakan sosial antikorupsi. “Saatnya NU kembali tampil menjadi pemimpin perjuangan dan jihad melawan korupsi,” kata Wakil Ketua KPK ini.

Selama ini, kata mantan dekan Fakultas Hukum Universitas Jember ini, NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia berjuang melahirkan, menjaga dan merawat Indonesia. “Kini Indonesia yang dihargamatikan oleh NU sedang berjuang melawan korupsi, karena keadilan dan kesejahteraan Indonesia yg dicitakan pendiri bangsa terhambat dan bisa gagal karena korupsi. Korupsi telah merasuk ke semua sendi dan sektor bangsa,” katanya.

Ghufron menegaskan, tidak boleh ada yg tertinggal dan diam dalam pemberantasan korupsi. “Segenap elemen bangsa harus mengambil bagian dalam gerakan antikorupsi, Kami berharap NU istiqomah dan menjadi yang terdepan dalam gerakan moral dan gerakan sosial, dalam memberantas dan membersihkan korupsi dari bumi Indonesia,” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar