Politik Pemerintahan

Komisi VII DPR: Alhamdulillah, Menteri Cabut SK Tambang Emas Silo 

Jember (beritajatim.com) – Tak butuh waktu lama. Setelah Komisi VII DPR RI mengunjungi Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (6/2/2019), surat keputusan mengenai kawasan pertambangan emas dicabut oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan.

Kabar gembira ini disampaikan Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu kepada beritajatim.com via ponsel, Kamis (7/2/2019). Komisi VII datang ke Silo untuk menyerap aspirasi warga yang menolak tambang emas, sekaligus memastikan agar SK yang mencantumkan Blok Silo sebagai kawasan tambang dicabut.

“Semestinya Dirjen Minerba (Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Bambang Gatot Ariyono) mendampingi saya (ke Silo). Namun rupanya karena simpang siur beliau tidak hadir,” kata Pasaribu.

Pasaribu menelepon Dirjen Minerba untuk mengabarkan situasi terkini di Silo kemarin. Penolakan masyarakat yang sangat kuat terhadap tambang emas, membuatnya meminta kepada Dirjen Minerba agar segera menerbitkan surat pencabutan SK Menteri ESDM Nomor 1802K/2018.

Tadinya, Kementerian ESDM masih menyurati Gubernur Jatim Soekarwo agar memohon pencabutan. Namun Pasaribu menilai, tak perlu ada surat dari gubernur agar menteri mencabut SK tersebut. “Gubernurnya sudah tidak kepikiran di sini. Dia sudah mau berakhir masa jabatannya,” katanya.

“Beliau (Dirjen Minerba akhirnya melakukan) proses. Saya minta dilapori setiap proses yang dilakukan supaya saya bisa update ke masyarakat di Silo. Jam 18.30, surat pencabutan sudah diteken Pak Menteri,” kata Pasaribu.

Foto surat yang sudah ditandatangani itu dikirimkan ke Pasaribu. “Jadi tinggal penomoran saja,” katanya.

Setelah ditandatangani, menurut Pasaribu, persoalan Silo sudah kelar. “Alhamdulillah, selesai,” katanya. (wir/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar