Politik Pemerintahan

Komisi D DPRD Bangkalan Terima Laporan Dugaan Human Error Persalinan

Audiensi Dinkes di Komisi D DPRD Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) – Diduga terjadi human error saat proses persalinan kepada seorang ibu. Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan pun lalu melakukan pemanggilan terhadap Dinas Kesehatan (Dinkes) termasuk pihak terkait yang membantu saat proses persalinan berlangsung.

“Pemanggilan ini kami lakukan setelah mendapatkan pengaduan dari salah satu masyarakat yang melahirkan secara operasi sesar (caesarean section) tetapi bayinya meninggal,” jelas ketua komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan, Rabu (20/1/2021).

Ia menceritakan, sesuai pengaduan korban sekitar akhir 2020 lalu sang ibu hamil tersebut didiagnosa bisa melahirkan secara normal pada Februari 2021.

“Menurut keterangan dari korban, semula ia memeriksakan kandungannya ke dokter Mul dan diprediksi bisa lahir normal Februari,” tambahnya.

Tetapi, pasien tersebut merasakan kandungannya terdapat reaksi. Ia kemudian memeriksakan diri ke bidan dan disarankan untuk mendatangi salah satu dokter kandungan.

“Setelah diperiksa beberapa hari kemudian dilakukan tindakan operasi sesar dan bayi tidak selamat karena lahir secara prematur. Sehingga pelapor menilai, tindakan tersebut janggal sebab sebelumnya hasil USG bisa lahir normal,” jelasnya.

Nur Hasan juga mengatakan, pihaknya akan segera memanggil pelapor serta meninjau kembali kasus ini. Sehingga, fakta-fakta dari kasus tersebut jelas dan rinci.

“Jika nantinya ditemukan adanya human eror ataupun ada kesengajaan, maka kami akan meminta pemerintah memberikan sanksi termasuk mencabut izin dokter tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Sudiyo mengatakan bahwa kroscek terhadap kasus tersebut, hasil analisanya rasional.

“Kami sudah dengarkan keterangan dokter inisial T dan hasil analisa kami itu masih rasional sesuai dengan keilmuannya,” tandasnya. [sar/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar