Politik Pemerintahan

Komisi B: Stok Beras di Bojonegoro Mencukupi Hingga Lebaran Mendatang

Bojonegoro (beritajatim.com) – Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Sigit Kusharianto mengatakan hasil kunjungan lapangan yang dilakukan di Cabang Bulog Bojonegoro menunjukkan bahwa stok beras masih melimpah.

Bahkan, kata Politisi Partai Golkar itu, stok beras masih cukup hingga lebaran mendatang, maupun masa pandemi Virus Corona seperti sekarang. Saat ini stok yang ada di gudang Bulog kurang lebih ada 1.700 ton. Beras tersebut merupakan hasil panen yang dibeli dari petani di tahun 2018.

“Jumlah tersebut belum ditambahkan pada musim panen yang tahun 2019 dan 2020. Pihak Bulog katanya akan memperbarui datanya lagi,” ujar Sigit Kusharianto, Selasa (12/5/2020).

Sigit menambahkan, saat ini Cabang Bulog Bojonegoro yang memangku tiga kabupaten, yakni Bojonegoro, Lamongan dan Tuban itu lebih memilih untuk membeli dalam bentuk gabah dari petani. Gabah tersebut kemudian digiling sendiri oleh Bulog maupun melalui rekanan.

“Petani sekarang juga maindsetnya berbeda, mereka biasanya langsung menjual gabah hasil panen dan untuk kebutuhan sehari-hari cenderung membeli beras,” ujarnya.

Meski demikian, dia berharap, produktifitas Bojongoro tidak hanya dari sektor beras saja, tetapi juga palawija. Sebab, di tengah pandemi Covid-19, dia juga tidak menafikan bahwa kebutuhan pangan yang berasal dari daerah luar mengalami penurunan stok.

“Distribusi kebutuhan pangan yang berasal dari daerah luar Bojonegoro cukup berkurang karena adanya beberapa yang menerapkn pembatasan wilayah,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang Ketersediaan dan Kewaspadaan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, Rudianto mengatakan, kebutuhan pangan seperti beras, jumlah produksi pada bulan ini diperkirakan akan melimpah, sehingga stok masih aman.

Kebutuhan beras perbulan jika ada hari besar, rata-rata 9.395 ton, sementara proyeksi produksi panen bulan April sangat melimpah. Apalagi April ada panen raya, mencapai 157 ribu ton. “Kebutuhan pangan untuk beras tidak ada masalah. Dari produksi satu tahun, bisa dikonsumsi empat tahun kedepan,” ujarnya. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar