Politik Pemerintahan

Komisi B: Penggunaan Pupuk Harus Lebih Efektif

Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Sigit Kusharianto

Bojonegoro (beritajatim.com) – Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Sigit Kusharianto mengatakan, ditengah harga pupuk yang mahal dan adanya pengurangan pagu pupuk subsidi diharapkan ada efektivitas penggunaan pupuk bagi petani.

“Salah satunya instansi terkait harus memberikan edukasi kepada petani komposisi penggunaan pupuk agar efektif dan benar,” ujarnya, Jumat (8/5/2020).

Mengingat, lanjut Politisi asalartai Golkar itu, harga pupuk non subsidi sangat mahal. Dia lalu mencontohkan, harga pupuk SP 36 non subsidi senila Rp 300 ribu per 50 kilogram, NPK dan Phonska plus per 25 kilogram senilai Rp 125 ribu. Sehingga diharapkan hasil pertanian diharapkan ada peningkatan.

“Sehingga bantuan pupuk non subsidi ini tidak sia-sia dan berkelanjutan serta melaukan pematauan, edukasi dan evaluasi serta edukasi termasuk dalam komposisi pemakaian pupuk yang benar,” terangnya.

Bantuan pupuk non subsidi tersebut, merupakan prgram Pemkab Bojonegoro bagi petani melalui Kartu Petani Mandiri (KPM). Namun, secara teknis dala pendistribusian batuan pupuk non subsidi dari Pemkab Bojonegoro itu harus jelas.

“Kalau sesuai wacana dengan menggunakan distributor yang secara khusus menangani KPM ini, secara teknis akan kesulitan, karena distributor, kios sampai kelompok tani ini kemitraannya sudah jalan,” ungkapnya.

Sigit mengatakan, hasil kunjungan lapangan di salah satu distributor yang ada di Kecamatan Sumberejo, stok pupuk saat ini masih aman untuk musim tanam kedua. Khususnya bagi tiga kecamatan yang disuplai, yakni Kecamatan Sumberejo, Trucuk dan Kecamatan Malo.

“Di gudang distributor sudah tidak ada stok karena langsung dikirim ke kios-kios yang ada di tiga kecamatan tersebut. Jadi masih aman sampai bulan Mei ini,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Tatik Kasiati mengatakan penurunan kuota pupuk subsidi itu sudah sesuai dengan elektronik-RDKK. Jumlah petani yang terdaftar ada 192.663 orang, dengan luasan tanam seluar 361.009 hektare.

“Untuk pengajuan jenis pupuk tahun ini memang semua mengalami penurunan dibanding tahun kemarin,” ujarnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar