Politik Pemerintahan

Komisi B Dorong Pemkab Bojonegoro Bentuk BUMD Khusus Bidang Pertanian

Bojonegoro (beritajatim.com) – Setelah menyerap beberapa aspirasi melalui reses masa sidang III Sekretaris Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Sigit Kushariyanto menyimpulkan ada beberapa poin yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan program kerja kedepan.

Salah satunya dalam bidang pertanian. Sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro sangat besar. Berdasarkan hasil survei antar sensus (Sutas) 2018 jumlah penduduk Bojonegoro yang bekerja di sektor pertanian mencapai kurang lebih 342 ribu jiwa atau sekitar 26.3 persen dari total penduduk Kabupaten Bojonegoro.

“Kami akan segera menginisiasi Perda terkait Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dengan harapan bisa mendongkrak produktivitas dan daya beli hasil pertanian tetap stabil,” ujar Ketua Fraksi Golkar, Senin (19/10/2020).

Dalam reses yang dia lakukan pada Jumat (16/10/2020) itu, juga disampaikan kepada masyarakat bahwa Komisi B DPRD Bojonegoro akan mendorong Pemerintah Daerah untuk membentuk BUMD yang khusus bergerak di bidang pertanian. BUMD tersebut diharapkan bisa bermitra dengan Bulog maupun Pemerintah Pusat agar harga jual hasil pertanian tetap terjaga.

“Mengingat problematika para petani saat ini yaitu merosotnya harga hasil panen yang sangat merugikan petani, selain bermitra dengan pemerintah pusat BUMD diharapkan juga bekerjasama dengan badan usaha milik petani,” harapnya.

Sigit mengungkapkan, Fraksi Partai Golkar juga akan mendorong program satu desa satu PPL & satu desa satu kios, serta e-RDKK terkait dengan pendataan masing-masing petani agar mencukupi kebutuhan seluruh petani baik itu bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah atau bantuan pupuk dan lain sebagainya.

“Fraksi Partai Golkar mendukung program pemerintah daerah yang pro dengan masyarakat, tetapi juga tetap akan kritis dan memberi masukan yang bersifat membangun apabila suatu kebijakan dianggap kurang tepat,” tegasnya.

Salah seorang warga, Dapil 1 Wilayah Kecamatan Dander, Sutris mengatakan, sejauh ini apa yang dirasakan petani adalah saat musim panen harga hasil pertanian turun drastis. Sehingga, diharapkan kedepan pemerintah bisa menciptakan pasar sehingga tidak ada permainan harga. “Selain itu, agar dibuatkan rumah burung hantu agar bisa mengusir hama tikus,” pintanya. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar