Politik Pemerintahan

Komisi A Kota Surabaya Gelar Hearing Terkait Oknum Satpol PP Mabuk dan Terlibat Pemukulan

Cafe Zona di Jalan Kapasari, Surabaya)

Surabaya (beritajatim.com) – Menanggapi dua anggota Satpol PP Kota Surabaya yang terlibat pemukulan saat mabuk di Cafe Zona, Jalan Kapasari, Surabaya, pada Senin (23/08/2021) malam, Komisi A DPRD Kota Surabaya mengadakan rapat hearing bersama dengan Ketua Gugus Tugas Covid 19, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kasatpol PP Surabaya, Ketua Himpunan Pengusaha Rekreasi Hiburan Umum (Hiperhu) Surabaya, George Handiwiyanto dan pemilik dari Cafe Zona, Heri Kuncoro.

Dikonfirmasi beritajatim.com pada Minggu (29/08/2021) malam, anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafi’i menjelaskan bahwa rapat tersebut digelar atas usulan dari komisi A DPRD Kota Surabaya.

“Iya jadi Komisi A itu menyikapi peristiwa yang kemarin, (yang satpol PP berantem di Zona Cafe) / Rasa Sayang Kapasari. Supaya peristiwa serupa tidak terjadi”, ujar Imam Syafi’i.

Ia pun menyayangkan adanya anggota Satpol PP yang bisa membuka room di tengah – tengah pandemi Covid 19 yang sudah mulai kondusif. “Mosok petugas Satpol PP iso mbukak no room, trus ada hiburan malam tetap buka selama masa PPKM, padahal kan ga boleh. Oleh karena itu besok komisi A memanggil pemilik dan pihak yang terkait,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Heri Kuncoro selaku Pemilik Cafe Zona yang satu Grup dengan Rasa Sayang Bluefish mengatakan ia belum mengetahui agenda rapat hearing di Komisi A DPRD Surabaya. “Saya tidak tahu mas agendanya apa hearing besok. Saya upayakan untuk datang,” ujarnya saat dikonfirmasi beritajatim.com.

Lebih lanjut, Imam Syafi’i tak menginginkan keadaan pandemi Covid 19 di Surabaya kembali memburuk karena ada RHU yang masih buka.

Kita tidak ingin situasi pandemi covid di Surabaya yg kondusif ini jadi tidak kondusif lagi karena ada RHU yang buka. Kita akan tanya ke (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) mana yang ada izinnya mana yang tidak itu kan juga penting,” tutup Imam. (ang/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar