Politik Pemerintahan

Klarifikasi Kesalahan Data, Bukti Kenegarawanan Jokowi

Surabaya (beritajatim.com) – Klarifikasi Capres nomor urut 01 Joko Widodo mengenai pernyataannya di debat kedua, bahwa bukan tidak ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melainkan terjadi penurunan signifikan kebakaran hutan, mendapat apresiasi banyak pihak.

“Pak Jokowi sudah menunjukkan sikap gentlement. Dia mengklarifikasi, menyampaikan kepada publik bahwa dia salah dalam mengutip data. Bukan tidak ada kebakaran lahan, tapi rating angka kebakaran berkurang drastis. Ini layak diapresiasi,” kata pengamat politik, Adi Prayitno melalui rilis yang diterima beritajatim.com.

Kemarin, Presiden Jokowi meluruskan pernyataannya soal kebakaran hutan dan lahan saat debat Pilpres 2019, Minggu lalu. Jokowi menjelaskan maksudnya, bukan tidak ada kebakaran selama tiga tahun terakhir, melainkan karhutla turun drastis sejak 2015 sampai 2018.

Jokowi mengklaim setelah pihaknya berhasil menekan kasus kebakaran hutan dan lahan, sudah tak ada lagi masalah pesawat yang tak bisa mendarat. Selain itu, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia juga tak komplain masalah asap.

Adi menjelaskan, ketulusan Presiden Jokowi untuk mengklarifikasi pernyataannya penting untuk menunjukkan sikap kenegarawanan seorang pemimpin. Tidak apriori, merasa menang sendiri dan tidak pernah merasa salah.

“Mengenai sorotan masyarakat, terutama pendukung pasangan calon Prabowo-Sandi, bahwa banyak kesalahan data yang disampaikan Jokowi pada debat capres lalu, sebagai manusia biasa, wajar Jokowi menyampaikan data yang sedikit keliru. Sebab dalam debat yang memiliki durasi cukup panjang seperti kemarin, akan banyak kutipan-kutipan data yang tidak seratus persen valid,” paparnya.

“Karena banyak hal yang harus diingat, ada empat isu krusial yang semua itu sangat membutuhkan back up data. Jadi, wajar kalau kepleset atau ada penyebutan data yang agak keliru. Yang penting kan ada upaya untuk menjelaskan kepada publik bahwa data itu sudah ditampilkan, meski kemudian dikoreksi. Artinya, data itu adalah satu instrumen untuk mengukur apakah kandidat ini punya sesuatu yang bisa dipertanggungjawabkan atau tidak,” imbuhnya.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Zuhairi Misrawi menguatkan pernyataan Adi. Menurut Zuhairi, secara umum data-data yang disampaikan Jokowi itu mendekati kebenaran.

“Artinya, presiden telah bekerja semaksimal mungkin untuk mengatasi kebakaran hutan. Pak Jokowi juga menekankan bahwa tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk perubahan yang betul-betul drastis,” ujarnya.

Lebih dari itu, Zuhairi melanjutkan, harus diakui banyak perkembangan yang meyakinkan bahwa pemerintahan Jokowi benar-benar bekerja di sektor pangan, energi dan infrastruktur. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar