Politik Pemerintahan

Khofifah Usul Media Massa Digital Masuk dalamVariabel Indeks Demokrasi Indonesia

Batu (beritajatim.com) – Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengusulkan agar media massa digital menjadi salah satu unsur untuk menilai indeks demokrasi di Indonesia, selain indeks surat kabar.

Ada empat variabel indeks demokrasi Indonesia. Variabel pertama adalah berita yang ditulis surat kabar lokal. “Kalau surat kabar didefinisikan dengan media cetak, saya mohon AMSI pusat untuk mendiskusikan dengan BPS (Badan Pusat Statistik) supaya bisa mengevaluasi variabel yang dipakai menghitung indeks demokrasi Indonesia,” kata Khofifah, dalam sambutannya saat membuka Konferensi Wilayah II Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur, di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2020).

Menurut Khofifah, tren digitalisasi informasi sudah harus dirangkum sebagai variabel untuk menghitung indeks demokrasi Indonesia. Media siber merupakan bagian dari upaya membangun persatuan dan kesatuan di Indonesia.

“Hari ini kita banyak sekali berinteraksi melalui media sosial. Seringkali yang lewat social media tidak perlu mempertanggungjawabkan apa yang ditulis. Itulah pentingnya AMSI. Kalau AMSI mengunggah, pasti ada yang bertanggungjawab siapa yang menulis, referensi dari mana, dan seterusnya,” kata Khofifah.

Khofifah mengingatkan, persatuan Indonesia bisa terganggu dan pudar jika ujaran kebencian mendominasi konten di media sosial dalam jaringan. “Konten yang sehat menjadi bagian yang sangat penting untuk di-breakdown dalam program-program yang dirumuskan dalam konferwil AMSI,” katanya.

“Komitmen yang kita bangun biasanya membutuhkan momentum untuk bisa dikuatkan kembali. Hari ini saya rasa tidak kebetulan AMSI mengambil momentum menjelang 28 Oktober dan 10 November. Akan berbeda panggilan memori kita, jika kita melakukannya pada even-even bangunan patriotisme, bangunan kejuangan, bangunan membangun persatuan seperti saat sekarang,” kata Khofifah. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar