Politik Pemerintahan

Khofifah Pimpin Rakor Evaluasi PPKM Surabaya, Mojokerto dan Lamongan

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual, Senin (18/01/2021).

Rakor diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur beserta Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo, Pemkab Gresik (Surabaya Raya), Pemkab Mojokerto, Pemkot Mojokerto dan Lamongan.

Gubernur Khofifah mengatakan, PPKM se-Jawa dan Bali ini memang harapannya bisa mengendalikan mobilitas masyarakat sampai 40 persen. Sementara di Jawa rata-rata mobilitas masyarakat masih 13 persen.

Melalui rakor ini, akan dievaluasi masing-masing bupati/walikota dalam menerapkan PPKM, dan dicari solusi yang efektif dari adanya angka kematian di Jawa Timur yang masih tinggi.

Pada kesempatan ini, Khofifah juga menyinggung terkait Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen oleh Wakil Presiden, Ma’ruf Amin.

“Konvalesen ini memiliki efektivitas yang sangat tinggi untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19,” terangnya.

Menurutnya, program ini akan lebih baik disinergikan antara program PPKM nasional dengan program masing-masing instansi agar lebih massif dan efektif.

Lebih lanjut dikatakannya, seperti yang disampaikan oleh Direktur RSU dr Soetomo Surabaya sekaligus Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Provinsi Jatim, dr Joni, saat ini power ICU di Jatim masih di atas standar WHO atau 69 persen.

Sementara menurut prediksi dari Kemenkes kemungkinan puncak Covid-19 gelombang kedua pada minggu keempat Januari ke minggu pertama Februari 2021. Artinya, keterpakaian ICU diprediksi masih tinggi.

Oleh karena itu, kata gubernur, sangat diharapkan mobilitas masyarakat bisa ditekan sampai 40 persen. Saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi di daerah-daerah sudah ditambah ekstensifikasi. Ini karena Menkes mengharapkan setiap rumah sakit daerah BUMD, TNI/Polri maupun rumah sakit swasta paling tidak 30 persen bed-nya disiapkan untuk pasien Covid-19.

“Inilah salah satu potret bagaimana sebetulnya yang tadi di awal saya sampaikan bahwa diharapkan di masing-masing provinsi ini bisa menekan sampai dengan 40 persen,” ungkap Khofifah.

Gubernur menuturkan, ikhtiar semua pihak sangatlah luar biasa. Di mana sentra-sentra kerumunan sudah dilakukan pengawasan, meski dalam potretnya ternyata baru bisa menekan sekitar 13 persen.

“Maka evaluasi sore hari ini menyampaikan terima kasih kepada Pangdan V/Brawijaya, Wakapolda Jatim dan Koarmada II juga para kepala daerah, bahwa apa yang sudah dilakukan dengan kerja keras yang luar biasa. Meski kalau dipetakan, efektivitas di dalam menekan mobilitas masyarakat ini baru 13 persen,” tuturnya. (tok/*)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Resep Nasi Aladin Khas Timur Tengah

Resep Sup Kikil, Gurih dan Empuk

Sup Ikan, Menu Berbuka Puasa Bergizi Tinggi