Politik Pemerintahan

Khawatir Muncul Kluster Baru, Pemulihan Ekonomi di Kabupaten Mojokerto Masih Diujicobakan

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dalam sesi wawancara di SBK Pemkab Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski tingkat kesembuhan atau recovery rate pasien dari Covid-19 di Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan cukup menggembirakan, namun pemulihan ekonomi masih diuji cobakan. Pasalnya Bupati Mojokerto mengaku khawatir dengan dibukanya semua fasilitas umum dan dunia pendidikan memunculkan kluster baru.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, new normal identik dengan pemulihan ekonomi, ada protokol kesehatan yang harus dilakukan. “Saya sudah membuat SE untuk tim verifikasi, penegakan disiplin yang dilakukan satpol PP TNI/polri, ini untuk menjaga semuanya,” ungkapnya, Sabtu (11/7/2020).

Keselamatan untuk kesehatan, Jaring Pengaman Sosial (JPS), pemulihan, keamanan berjalan bareng supaya kehidupan kembali normal. Bupati berharap Kabupaten Mojokerto yang saat ini zona merah bisa menjadi zona kuning agar pemulihan ekonomi bisa berjalan dengan baik.

“Pemulihan ekonomi masih diuji cobakan, kita tidak henti-hentinya melihat itu semua. Jika ada pelanggaran akan ditindaklanjuti dan dikontrol terus dengan mempertegas penegakan disiplin akan terus dilakukan. Kekhawatiran pasti ada tapi tidak boleh kalah dengan pandemi,” katanya.

Bupati mengaku khawatir dan tidak mau ada kluster baru, sehingga Tim Evaluasi Kabupaten Mojokerto, TNI/Polri ada penegakan disiplin jika ada pelanggaran. Seperti di sebuah usaha, ada pembeli datang tidak pakai masker, bisa dilakukan teguran bahkan penutupan warung oleh TNI/Polri jika membandel

“Tidak hanya pengunjung, juga berlaku dengan warung. Jika ditemui di lapangan bisa menutup sementara jika tidak melaksanakan protokol Covid-19 dan membuat fakta integritas agar menjalankan protokol kesehatan. Pendidikan, kita masih menunggu arahan pusat,” tegasnya.

Namun, lanjut Bupati, untuk pengenalan lingkungan pendidikan untuk tahun ajaran baru diharapkan agar sekolah membuat surat untuk dilakukan verifikasi. Pasalnya, di lapangan banyak ditemui para guru meminta agar bisa bertatap muka dengan siswa baru.

“Saya ketemu banyak guru, mereka minta untuk mengenal siswa barunya. Ya saya suruh buat surat untuk dilakukan verifikasi seperti apa. Dua kelas hari ini, besok dua kelas, bergiliran. Untuk proses belajar mengajar, belum karena kami masih menunggu arahan dari pusat,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar