Politik Pemerintahan

KH Miftachul Akhyar Terpilih Sebagai Ketua MUI 2020

Jakarta (beritajatim.com) – Majelis Ulama Indonesia atau MUI baru saja memilih susunan pengurus untuk periode 2020-2025 dalam Musyawarah Nasional (Munas) X. Ketua MUI 2020 terpilih KH Miftahul Achyar akan memimpin organisasi tersebut dalam lima tahun mendatang.

Menteri Agama Fachrul Razi mengucapkan selamat atas terpilihnya ulama karismatik yang juga pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya itu. KH Miftahul Achyar menggantikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin memimpin lembaga yang berusia 45 tahun itu.

“Selamat atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum MUI periode 2020 – 2025. Selamat juga untuk seluruh pengurus baru MUI,” ujar Menag dalam rilis yang diterima detikcom pada Jumat (27/11/2020).

Menag juga mengingatkan kembali peran MUI yang sangat strategis dalam memperkuat moderasi beragama sesuai RPJMN 2020-2024. Pemerintah selanjutnya akan bersinergi dengan MUI dalam berbagai program moderasi beragama.

“Kerukunan modal utama pembangunan. Kemenag akan bersinergi dengan MUI dan ormas keagamaan lainnya dalam merawat kerukunan dan menguatkan moderasi beragama di Indonesia,” kata Menag.

Ketum MUI 2020 terpilih KH Miftachul Akhyar adalah ulama senior kelahiran 1953 yang saat ini merupakan pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.

Putra Pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah KH Abdul Ghoni itu kini masih memegang jabatan sebagai Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2018-2020.

Ketua MUI 2020 terpilih KH Miftachul Akhyar tercatat pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Tambak Beras, Pondok Pesantren Sidogiri (Jawa Timur), Pondok Pesantren Lasem Jawa Tengah, dan mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang.

Dalam arsip berita detikcom dikatakan, Ketua MUI 2020 terpilih KH Miftachul Akhyar mencuri perhatian saat menegaskan pentingnya pemetaan zona penyebaran virus corona. Pemetaan terkait panduan ibadah di bulan Ramadhan selama pandemi COVID-19

“Pemerintah bila perlu membuka peta zona COVID-19 sampai diperkecil ke tingkat desa hingga tingkat kampung. Biar terlihat mana yang zona hijau, zona kuning, dan zona merah,” kata Ketua MUI 2020 terpilih KH Miftachul Akhyar beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua MUI 2020 terpilih KH Miftachul Akhyar, yang bisa menjelaskan detail zona persebaran COVID-19 hanya pemerintah. Pemetaan membantu masyarakat tidak bingung saat ingin melaksanakan ibadah jamaah atau sendiri.

Ketua MUI 2020 terpilih KH Miftachul Akhyar juga mengatakan, pemetaan akan menghindarkan prasangka buruk dari masyarakat pada pemerintah. Prasangka terkait penegakan amalan yang sebaiknya dilakukan di masa pandemi COVID-19. “Nanti ada yang curiga, khawatir akan menghabiskan amaliyah ibadah kita. Jangan salahkan kalau tidak dipetakan zonanya,” ujar Ketum MUI 2020 terpilih KH Miftachul Akhyar.

Sebagai Ketua MUI 2020 terpilih, KH Miftachul Achyar mengingatkan tugas MUI sebagai pengemban risalah kenabian. Dalam risalah tersebut, hal yang paling utama adalah menjaga keutamaan dan perbaikan akhlak umat muslim.

“MUI harus memantapkan diri sebagai penjaga akhlak serta menjadi teladan makarimal akhlak untuk kemaslahatan bangsa,” ujar Ketua MUI 2020 terpilih KH Miftachul Achyar dikutip dari situs MUI.

Akhlak ulama akan menjadi faktor munculnya keberkahan bagi umat dan bangsa terutama saat berada dalam krisis. Ketua MUI 2020 terpilih KH Miftachul Achyar menjelaskan, bentuk makarimal akhlak yang ingin dicapai adalah istiqomah mendakwahkan nilai-nilai Islam yang sejuk dan menyatukan. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar