Politik Pemerintahan

KH Ma’ruf Lebih Konkret, Solusi Sandi Belum Menginjak Bumi

Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat komunikasi politik, Emrus Sihombing menyebut performa cawapres 01 KH Ma’ruf Amin lebih unggul dibandingkan cawapres 02 Sandiaga Uno saat debat ketiga.

Secara substansi paparan Ma’ruf lebih konkret, sementara Sandi hanya bicara di tataran konseptual. “Saya bilang, pernyataan Sandi itu indah di atas kertas, tapi tidak menginjak bumi. Indah secara konseptual, tetapi belum terlihat secara operasional bagaimana impelementasinya,” kata Emrus melalui rilisnya kepada beritajatim.com.

Dia mencontohkan pernyataan Sandi soal penghapusan ujian nasional (UN). Kata Emrus, Sandi tidak menjelaskan operasional dari penelusuran minat sebagai konsep pengganti UN yang ditawarkan. Emrus justru memuji paparan Kiai Ma’ruf soal penggabungan lembaga riset menjadi Pusat Riset Nasional. “Karena selama ini lembaga riset itu tersebar di kementerian-kementerian. Tidak terlihat hasilnya, kalau itu disatukan dan dikelola dengan baik akan terlihat hasilnya. Bukankah itu lebih konkret,” jelasnya.

Konsep Sandi lainnya yang dianggap masih belum operasional, Emrus menambahkan, e-KTP sebagai solusi seluruh permasalahan masyarakat. Menurut Emrus, konsep itu masih sulit terealisasi. Apalagi, Sandi juga tidak menjelaskan bagaimana penerapan solusi e-KTP ini.

“Sekali lagi itu bagus, tetapi itu hanya konsep dan tidak tahu bagaimana implementasinya. Bagaimana mengintegrasikan semua persoalan, orang sakit, penyimpanan uang di bank, asuransi, biaya pendidikan, saya pikir amat ribet dalam satu kartu. Lalu teknologi apa yang akan digunakan. Itu juga tidak dijelaskan oleh 02,” jelasnya.

Belum lagi soal kategorisasinya, Emrus mempertanyakan kategorisasi masyarakat yang layak menerima bantuan, dengan hanya mengandalkan satu kartu yakni e-KTP.

“Apakah bisa dibedakan kartu orang miskin, orang yang layak diberikan subsidi pendidikan, bisa enggak seperti itu. Nanti semua orang dapat kucuran bantuan, tidak ada yang kerja dong. Malah bisa anggaran kita terkuras, karena semua yang punya KTP dapat bantuan,” ujarnya.

Dengan konsep Sandi yang masih di tataran wacana, Emrus yakin, hal itu tidak akan berdampak secara elektoral. Sebab, saat ini kelompok pemilih yang disasar dalam debat adalah masyarakat yang belum menentukan pilihan.

“Undecided voters sebagaian besar mereka yang rasional. Jadi, kalau konsepnya tidak rasional ya, mereka tidak akan tertarik. Kalau mereka yang sudah menentukan pilihan yang itu datanya ada di survei,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar