Politik Pemerintahan

KH Ma’ruf Amin Disarankan Massif Turun ke Daerah

KH Mah'ruf Amin, Jusuf Kalla dan Presiden Joko Widodo sedang berdiskusi

Surabaya (beritajatim.com) – Cawapres KH Ma’ruf Amin melakukan safari politik mengelilingi Jawa dan Banten pekan ini. Mengawali safari politiknya, Ma’ruf akan mengunjungi dua titik pondok pesantren di wilayah Kabupatan dan Kota Serang Banten, yakni di Padarincang, Ciomas Selatan, Kabupaten Serang. Selanjutnya, ke Kota Serang.

Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menyarankan agar safari politik tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Ma’ruf untuk membuktikan diri sekaligus meningkatkan elektabilitas paslon 01 terutama di daerah Jawa Barat dan Banten, mengingat elektabilitas paslon 01 di dua daerah tersebut masih kalah dari paslon 02.

Ujang pun menyarankan agar Kiai Ma’ruf lebih banyak bicara soal narasi optimisme. Selain itu, membantah segala bentuk narasi politik pesimisme yang selalu disebarluaskan oleh paslon 02 dan timnya, hal itu juga akan menjadi semangat positif dalam membangun bangsa ke depan.

“Kiai Ma’ruf harus bicara optimisme dalam membangun bangsa. Tolok ukur, pijakan, dan pondasinya harus berangkat dari kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi selama hampir lima tahun ini,” kata Ujang, Senin (21/01/2018).

Namun, Ujang memberikan catatan bahwa Kiai Ma’ruf dalam mengkampanyekan dan berkomentar soal narasi optimisme dan keberhasilan-keberhasilan Jokowi haruslah dengan cara yang lebih soft. Karena menurut Ujang, selama ini Kiai Ma’ruf sering membela keberhasilan kinerja Jokowi dengan cara yang kurang soft, sehingga dikutip oleh media dengan bahasa yang kurang halus pula.

“Tak jarang malah menjadi bahan bully-an, terutama oleh pendukung-pendukung kubu sebelah,” tuturnya.

Sementara terkait elektabilitas paslon 01 yang masih rendah terutama Kiai Ma’ruf secara personal dibanding paslon 02 di Jabar dan Banten, Ujang menyarankan agar paslon 01 lebih massif lagi mendatangi masyarakat di dua daerah tersebut dengan membawa program yang langsung menyentuh masyarakat.

“Menurut saya, tidak ada kata lain, selain door to door menyapa rakyat dengan lebih massif lagi. Paslon 01 tidak boleh hanya mengandalkan Jokowi untuk berkampanye. Kiai ma’ruf harus lebih massif lagi. Rakyat Jabar dan Banten perlu sentuhan langsung dari Paslon 01 terutama Kiai ma’ruf,” jelas Ujang.

Menurutnya lagi, selain dengan pendekatan keulamaan yang menjadi ciri khas Kiai Ma’ruf, tentu dengan pendekatan-pendekatan atau program-program yang menjamin kesejahteraan masyarakat, maka suara dengan sendirinya akan mengalir.

Selain itu, Ujang menyebutkan, Kiai Ma’ruf juga harus melakukan pendekatan rasionalitas. Ujang mencontohkan, jika mereka membutuhkan makanan, maka dalam tanda kutip, makanlah yang harus diberikan jangan memberikan yang lain. Terkait, hasil survey paslon 01 yang kalah di Jabar dan Banten, menurutnya masih banyak waktu. Masih ada sekitar 3 bulan lagi untuk membalikkan keadaan.

“Saran saya, serang via darat dengan turun langsung, serang via udara dengan membangun pencitraan yang positif. Karena bisa saja, elektabilitas Paslon 01 yang di bawah paslon 02 di Jabar dan Banten terbentuk karena hoaks. Paparkan konsep kejahteraan. Keluarkan amunisi Jokowi yang sudah berhasil dilakukan terkait keberhasilan program PKH, KIS, KIP dan lain-lain,” bebernya.

Selain itu, Kiai Ma’ruf adalah figur ulama besar NU, untuk itu memaksimalkan dan mensolidkan jaringan dan grasroot NU adalah cara yang terbaik untuk menang.

“Jadi, jika grasroot NU harus digerakkan dengan maksimal, maka akan bisa menggenjot elektabilitas paslon 01. Rasa ke NU-an akan menyolidkan kaum santri terutama yang berbasis NU dalam mendukung Kiai Ma’ruf,” imbuhnya.

Caranya, kata Ujang, bisa dengan mengembangkan entrepreneur di kalangan santri, atau merencanakan memberikan beasiswa kepada para santri agar bisa kuliah hingga ke luar negeri.

Sementara untuk non-santri atau non-NU harus dimasuki dengan pendekatan program, seperti meningkatkan program-program Jokowi yang bisa dirasakan langsung. Karena bisa saja kesuksesan dan kinerja Jokowi selama memimpin belum merata di seluruh lapisan masyarakat, makanya elektablitasnya masih kalah dari paslon 02, misalnya di Jabar dan Banten.

“Selain itu, tetap bergerak untuk mengembangkan narasi mencetak entrepreneur muda dan pengembangan UMKM,” pungkas Ujang.  [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar