Politik Pemerintahan

Pelantikan Pengurus MKGR Jatim 2019-2024

Ketum MKGR Fahd Dukung Bamsoet Caketum Golkar

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum DPP Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Fahd El Fouz Arafiq melakukan pelantikan pengurus DPD MKGR Provinsi Jatim 2019-2024 di Gedung Srijaya Surabaya, Senin (30/9/2019).

Pelantikan pengurus MKGR Jatim 2019-2024, menurut Ketua MKGR Provinsi Jatim Ilyas Indra memiliki semangat mengembalikan kekuatan gotong royong, musyawarah dan kekeluargaan gotong royong masyarakat Indonesia untuk menjadi kekuatan dalam pengembangan sumberdaya yang unggul, khususnya di Jatim.

“Semangat gotong royong untuk keunggulan sumber daya manusia unggul dalam rangka menguatkan program Pemprov Jatim yang Cettar dan Presiden Jokowi yang fokus periode kedua dalam pengembangan untuk kemajuan Indonesia,” katanya.

Dia menambahkan, MKGR yang didirikan 3 Januari 1960 fokus sejak awal pada pengembangan SDM untuk penguatan pendidikan, khususnya anak-anak muda Jatim dengan membantu pengembangan 5000 sarjana untuk pemuda Jatim.

Ketua Umum MKGR, Fahd El Fouz Arafiq dalam kesempatan pelantikan itu mendorong dan mendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet) selaku Ketua DPR RI untuk maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum Partai Golkar pada Munas X Partai Golkar yang akan dilaksanakan pada Desember 2019.

Fahd A Rafiq menilai, selama kepemimpinan Airlangga Hartarto, kinerja Partai Golkar kurang maksimal. Akibatnya, perolehan kursi utamanya di sejumlah DPRD sangat minim.

Bahkan, ada satu daerah di mana perolehan kursi Partai Golkar kalah dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang notabene partai baru. “Kalau Partai Golkar ingin ada perubahan, maka ketua umumnya harus ganti. Dia (Airlangga Hartarto) tidak pernah turun ke bawah,” tuturnya.

Seperti diketahui, Bambang Soesatyo mendeklarasikan diri maju dalam bursa ketua umum Golkar. Dia juga mengumpulkan tandatangan dari setiap DPD I dan DPD II. Tak mau kalah, Airlangga Hartarto juga terus mengumpulkan pendukungnya. Dia juga kerap menghadiri acara deklarasi dukungan dari kader DPD serta mengklaim dukungan untuknya.

Hingga kini, proses mencari dukungan yang loyal dari DPD I dan II dari dua tokoh itu masih terus bergulir. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar