Politik Pemerintahan

Ketum Golkar: Kontribusi Manufaktur Indonesia Capai 5 Besar Dunia

Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Perindustrian sekaligus Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan kontribusi manufaktur Indonenesia terhadap pendapatan domestik bruto menduduki peringkat lima besar dunia.

Indonesia berada di atas Amerika, Meksiko, India, Rusia hingga Spanyol, dan di bawah Tiongkok, Korea, Cina, Jerman sampai Jepang. Data yang ada, capaiannya mencapai 20,5 persen pada 2017.

Airlangga memaparkan PDB industri UMKM dalam periode 2015 hingga 2018 mendapat pertumbuhan positif.

“Rataan pertumbuhan industri pengolahan non migas periode 2015-2018 adalah 4,87 persen dengan nilai PDB pada tahun 2018 Rp. 2.555,8 triliun,” ujar Airlangga saat menghadiri Seminar Nasional Pengembangan UMKM dan Workshop Menembus Pasar Digital di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis (7/2/2019).

Sementara itu, dia menyebut untuk industri dengan pertumbuhan tertinggi yakni industri makanan dan minuman. Disusul oleh industri tekstil, perhiasan, logam, hingga alat angkut.

“Untuk distribusi rataan industri dengan pertumbuhan tertinggi adalah makanan dan minuman pada angka 8,71 persen dan yang masih belum optimal industri tekstil dan pakaian jadi yaitu 1,64 persen,” papar Airlangga.

Airlangga menegaskan jika ada pengamat yang menyebut kontribusi Indonesia masih rendah dan di bawah 30 persen, berarti pengamat tersebut gagal paham. Pasalnya, Tiongkok yang mencapai urutan pertama saja, kontribusinya masih di bawah 30 persen.

Meski demikian, Airlangga menganggap kritik pengamat tersebut akan menjadi pemicu untuk memperbaiki diri hingga meningkatkan urutan.

“Kalau ada pengamat bilang kontribusi manufaktur kita masih di bawah 30 persen ternyata di dunia tidak ada yang di atas itu. Sekalipun Tiongkok masih 28,8 persen,” pungkasnya. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar