Politik Pemerintahan

Ketua TP PKK Trenggalek Tinjau Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka

Novita Hardini Mochamad saat meninjau salah satu PAUD di Trenggalek

Trenggalek (beritajatim.com) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad, getol terjun ke lapangan untuk meninjau kesiapan lembaga pendidikan PAUD menggelar pembelajaran tatap muka.

Hal tersebut dilakukan karena menurut penggiat perempuan yang juga menjadi Bunda PAUD Kabupaten Trenggalek ini, bagaimanapun hak pendidikan anak harus diberikan.

“Ini adalah perjuangan panjang dan alhamdulillah mulai Juli 2021 dimungkinkan pembelajaran tatap muka bisa diberikan. Bagaimanapun hak pendidikan anak harus diberikan dan kami sudah melalui proses yang sangat panjang,” ungkapnya selepas meninjau SPS Harapan Bunda Desa Prambon dan TK Pembina Desa Sukorejo, Kecamatan Tugu, kemarin.

“Pembelajaran daring juga sudah, berikut dengan beberapa kendala dan tantangannya. Kami percaya anak-anak masih tetap membutuhkan interaksi satu sama lain,” lanjut istri Bupati Trenggalek itu.

Diharapkan dengan pembelajaran tatap muka anak bisa mencontoh teladan dari guru. Bagaimana cara guru berbicara, energi, ekspresinya dan hal-hal baik lainnya. Sarjana ekonomi ini juga mengajak peran serta orangtua untuk bisa memberikan edukasi kebiasaan baru di tengah Pandemi Covid-19.

“Harapan saya, para orangtua juga bisa memberikan pendidikan yang baik tentang protokol kesehatan bagi anak, sehingga anak secara mandiri bisa menjaga dirinya sendiri dengan mematuhi prokes (protokol kesehatan),” terangnya.

Anak didik diajari mencuci tangan pakai sabun

“Memakai masker, pakai face shield bila ada. Kami berusaha membiasakan ini bila di sekolah, mencuci tangan, menjaga jarak dan hindari kerumunan. Selama ini dijaga dengan baik insya Allah kita terhidar dari virus Corona,” lanjutnya.

Terjun langsung ibu dari gadis cantik bernama Sia itu mencoba memastikan langsung kesiapan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka. Mulai dari sarana dan prasarananya, maupun kesiapan beberapa perangkat pendukung lainnya.

Tidak semua sekolah yang dikunjungi dinyatakan aman untuk pembelajaran tatap muka. Sepertihalnya SPS Harapan Bunda Desa Prambon Tugu, sekolah ini dinilai Ketua PKK itu belum layak menggelar pembelajaran tatap muka karena toiletnya masih menggandeng dengan musala.

Toilet ini cenderung dipakai banyak orang sehingga bila dilihat dari segi keamanan belum layak. Pasalnya, masih rentan terjadi penularan Covid terhadap anak didik. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar